Ketika Masalah Menghampiri Pernikahanmu, Bacalah 8 Firman Tuhan Ini (Bagian 1)

Relationship / 19 September 2022

Kalangan Sendiri

Ketika Masalah Menghampiri Pernikahanmu, Bacalah 8 Firman Tuhan Ini (Bagian 1)

Claudia Jessica Official Writer
457

Setiap pernikahan pasti pernah menghadapi masa sulit pada satu titik. Kita semua adalah manusia yang menjalin hubungan dan berhadapan dengan dosa. Ketika kita bergumul dengan pernikahan yang sedang menghadapi masalah, dimanakah kita bisa menemukan harapan?

Alkitab menawarkan firman Tuhan yang dapat membantu menyelamatkan pernikahan Anda yang rusak, tentunya dengan campur tangan Roh Kudus. Hanya anugerah Tuhan yang mampu menebus luka yang kita rasakan, bahkan saat luka itu membawa kita kepada titik di mana pernikahan kita terasa seperti gagal.

Ketika Anda merasa ketegangan dalam rumah tangga meningkat, izinkan Tuhan untuk berbicara ke dalam hati Anda melalui Firman Tuhan berikut ini:

 

1. Amsal 15:1 (TB) mengatakan, “Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.”

Pernahkah Anda merasa begitu marah kepada pasangan? Bukan karena apa yang mereka apa yang mereka katakan, tetapi bagaimana mereka mengatakannya?

Amsal dengan jelas menggambarkan kebenaran ini: nada bicara yang kita gunakan dalam pembicaraan sehari-sehari dapat menimbulkan efek yang besar pada sebagian besar respon yang kita dapatkan dari orang-orang di sekitar kita. Dalam kehidupan pernikahan, konflik cenderung dimulai dalam interaksi kita. Nada yang tajam, mata yang berputar, tanggapan singkat, atau bahkan percakapan yang terburu-buru dapat memicu konflik yang besar.

Maka dari itu, kita harus waspada untuk tidak memberikan tanggapan yang ceroboh sehingga mencuri kelembutan dan kebahagiaan dalam pernikahan. Alih-alih menanggapi pendapat mereka dengan amarah, jadikanlah hal tersebut sebagai pengingat untuk Anda agar berhenti dan mempertimbangkan keadaan hati Anda.

 

BACA JUGA: 3 Cara Bijak Hindari Konflik Keuangan Dalam Pernikahan

 

2. Kolose 3:12 (TB) mengatakan, “Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.”

Jika kita telah kehilangan hubungan dengan pasangan kita, salah satu cara untuk membangun kembali apa yang pernah kita miliki adalah melalui hubungan dari hati ke hati; yang berarti menghubungkan secara emosional sebelum hal lain. Untuk mencapai hal ini, kita membutuhkan kuasa Tuhan untuk memberi kita belas kasihan kelembutan, kebaikan, kerendahan hati, dan banyak kesabaran seperti yang tertulis dalam ayat di atas.

Sementara kita bercita-cita untuk menawarkan pasangan kita tanggapan semacam ini, tetapi tanpa bantuan Yesus, sifat manusia kita yang egois dan tidak sabar menang jauh lebih dari yang kita inginkan.

Kita perlu menggunakan kelembutan ketika pasangan kita menghadapi situasi di mana mereka sedang berjuang.

 

3. Efesus 4:32 (TB) mengatakan, “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”

Tahukah Anda berapa kali kita harus meminta maaf kepada orang yang sama agar tetap terhubung seumur hidup? Berkali-kali. Menyampaikan permintaan maaf menjadi lebih sulit dikatakan, maupun diterima. Kepahitan mulai terbentuk sebagai pengganti pengampunan.

Kendati demikian, janganlah berputus asa dan berhenti meminta maaf karena Anda berpikir bahwa kata-kata Anda tidak memiliki pengaruh. Permintaan maaf tidak akan pernah berhenti dalam sebuah hubungan dengan komitmen. Bahkan lebih dari itu, tetaplah memaafkan! Yesus berkata kita mengampuni tanpa henti dan Dia pasti memikirkan kita ketika Dia memberikan nasihat tersebut. Meski tidak mudah, tetapi hidup bersama berarti akan ada satu juta permintaan maaf dan satu juga kali untuk memaafkan.

 

BACA JUGA: 12 Ayat Alkitab yang Jadi Pondasi untuk Memperkuat Pernikahan

 

4. Mazmur 56:4 mengatakan, “Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu.”

Ketika kita menghadapi sakit hati karena kegagalan dalam hubungan, ketakutan bisa menghantui kita. Takut akan masa depan, takut untuk terus melakukan kesalahan, takut bahwa Tuhan atau orang lain mungkin kecewa pada Anda, dan daftar takut itu akan terus bertambah

Kebenaran sederhana bahwa saat kita takut, kita harus percaya bahwa Tuhan dapat membantu dan memberi kita perspektif yang tepat di saat-saat sulit. Tuhan menyertai Anda dalam pencobaan ini dan tidak akan meninggalkan atau mengabaikan Anda apapun yang terjadi di masa depan.

 

Itulah 4 dari 8 ayat Alkitab yang dapat Anda baca untuk menguatkan kembali ketika menghadapi ketegangan dalam rumah tangga. Kita akan membahas 4 ayat Alkitab lainnya di artikel selanjutnya ya!

Sumber : crosswalk.com
Halaman :
1

Ikuti Kami