6 Hal yang Tuhan Katakan Tentang Pengelolaan Keuangan dan Pembagian Berkat (Part II)
Sumber: canva.com

Finance / 14 September 2022

Kalangan Sendiri

6 Hal yang Tuhan Katakan Tentang Pengelolaan Keuangan dan Pembagian Berkat (Part II)

Claudia Jessica Official Writer
1463

Sebelumnya kita telah membahas tiga hal yang Tuhan katakan tentang pengelolaan keuangan dan pembagian berkati di artikel bagian pertama: 6 Hal yang Tuhan Katakan Tentang Pengelolaan Keuangan dan Pembagian Berkat (Part I)

 

Kali ini kita akan membahas 3 poin lainnya:

4. Berhati-hatilah dengan kekayaan

Timotius 6:17 mengatakan, “Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.”

Mungkin ada kesalahpahaman bahwa berkat finansial berarti bahwa Tuhan mencurahkan lebih banyak pada orang-orang tertentu meninggalkan orang-orang yang berjuang secara finansial merasa tersesat dalam debu. Jika kita mundur selangkah untuk memahami berkat Tuhan, itu tidak selalu dalam bentuk uang atau benda.

Banyak orang-orang di tempat terpencil dan membutuhkan justru merasakan sukacita Tuhan begitu nyata. Mereka diberkati tanpa batas dengan hadirat Tuhan, bahkan ketika mereka tidak memiliki apapun yang bernilai duniawi. Meski bukan berarti orang yang diberkati secara finansial tidak bisa merasakan sukacita.

 

 

BACA JUGA: Harga Naik Karena Inflasi, 5 Respon Hadapi Rasa Kuatir Akan Kondisi Keuangan

 

“Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” – (Matius 19:24)

Berkelimpahan secara materi adalah berkat dari Tuhan, tetapi mengandalkan Tuhan membutuhkan lebih banyak kesengajaan karena kebutuhannya tidak terlalu besar. Yesus memperingatkan kita untuk berhati-hati dengan kekayaan kita dan menempatkannya dalam kesejajaran yang benar dengan Allah.

 

5. Kita dipanggil untuk memberkati orang lain dengan berkat kita

2 Korintus 9:7 mengatakan, “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”

Dalam perikop ini, Paulus memberi tahu kita bahwa Tuhan ingin kita menggunakan berkat yang kita dapat dari Tuhan untuk memberkati orang lain. Sangat mudah untuk menyombongkan apa yang kita miliki, tetapi Tuhan tidak menginginkan ini dari kita.

 

BACA JUGA: Menabur Benih dan Menuai Kelimpahan, Belajar Dari 6 Tokoh Alkitab Ini Yuk…

 

Tanyakan beberapa pertanyaan ini kepada diri Anda sekarang:

1. Apakah Anda memberikan persepuluhan kepada gereja?

2. Apakah Anda memberi kepada orang-orang yang berkekurangan?

3. Apakah Anda rela memberikan hal yang berharga bagi Anda kepada?

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA -->

6. Tuhan memanggil kita untuk memberikan buah pertama untuk melanjutkan kerajaan-Nya

Ulangan 14:22-23 berbunyi demikian, “Haruslah engkau benar-benar mempersembahkan sepersepuluh dari seluruh hasil benih yang tumbuh di ladangmu, tahun demi tahun. Di hadapan TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya untuk membuat nama-Nya diam di sana, haruslah engkau memakan persembahan persepuluhan dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu, ataupun dari anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu, supaya engkau belajar untuk selalu takut akan TUHAN, Allahmu.”

Persepuluhan dapat dilihat sebagai tindakan legalistis yang diawasi dan dikendalikan oleh gereja, tetapi bukan itu yang dimaksud Tuhan.

 

BACA JUGA: 6 Tanggung Jawab yang Harus Anda Lakukan Lewat Pekerjaan Menurut Alkitab

 

Tuhan ingin kita memberi dengan pengorbanan yang menyenangkan karena kasih kita kepada Tuhan, bukan sekedar kewajiban semata. Ketika kita mengambil sepersepuluh dari segala sesuatu yang kita peroleh, kita memberikannya untuk kemajuan kerajaan Allah, dan Dia berjanji untuk memberkati kita.

Maleakhi 3:10 berbunyi, “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.”

Kita harus ingat bahwa berkat dan tingkap-tingkap langit tidak selalu berkat materi. Anda akan diberkati dengan cara yang tidak pernah Anda duga.

“Berilah dan kamu akan diberi,” – Lukas 6:38

Dia ingin kita berkorban dan memberi, mengajari kita bagaimana hidup dalam rasa hormat yang mendalam di hadapan Tuhan. Menyelaraskan hati kita dengan-Nya alih-alih dengan hal-hal duniawi.

Kita semua bergumul dengan godaan untuk menaruh harapan kita pada uang dan janji-janji palsu yang memberikan harapan akan kepuasan dan sukacita abadi. Tuhan memberitahu kita melalui Alkitab bahwa kita tidak boleh dikendalikan oleh uang dan tidak menyembah uang.

 

BACA JUGA: Kisah CEO yang Ubah Cara Kerja Setelah Bertemu Tuhan

 

Tuhan dengan jelas mengatakan bahwa Dia lah satu-satunya sumber kepuasan dan pemenuhan sejati dalam kehidupan di bumi ini. Bawalah keuangan Anda kepada Tuhan, apakah Anda akan berkelimpahan atau kekurangan. Dia mengerti bahwa kita membutuhkan uang, tetapi Dia tidak ingin kita terbebani dengan uang atau harta benda. Mintalah kepada Tuhan untuk menunjukkan kepadamu dimana Anda salah menempatkan uang dalam hidup Anda, dan bersedialah untuk berkorban di tempat yang Dia minta.

Ada berkat-berkat yang lebih besar untuk dialami dalam memiliki hubungan dengan Yesus. Sukacita dan pengalaman yang lebih berlimpah daripada yang bisa dibeli dengan uang!

 

Sumber : crosswalk.com
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami