Nabi Ini Bongkar Ilmu Sakti Nabi-nabi Baal

Fakta Alkitab / 12 September 2022

Kalangan Sendiri

Nabi Ini Bongkar Ilmu Sakti Nabi-nabi Baal

Lori Official Writer
948

Di jaman kuno, bangsa Israel dikelilingi oleh bangsa-bangsa yang masih menyembah dewa-dewa. Dalam praktek penyembahan dewa Bangsa-bangsa itu biasanya menyertakan praktek okultisme dalam ritual penyembahan. Bangsa Israel terjerumus dalam pengaruh keagamaan penyembahan dewa saat Ahab, raja Israel, menikahi Izebel, putri raja Etbaal dari Sidon.

Kerajaan Sidon di mana Izebel berasal menganut penyembahan terhadap Dewa Baal. Dalam nama Izebel saja terkandung kata Zebul yang adalah bentuk lain nama Baal. Hal ini menunjukkan bahwa betapa kuatnya keyakinan Izebel dan keluarganya pada Baal.

Baal menjadi dewa yang banyak disembah oleh bangsa-bangsa di Timur Tengah kuno, terutama di kalangan orang Kanaan atau Tanah Perjanjian waktu itu. Padahal Tuhan menempatkan Bangsa Israel di wilayah tersebut.

Di masa itu, Baal dipuja sebagai dewa kesuburan dan salah satu dewa terpenting di antara banyak dewa. Baal dalam Bahasa Ibrani Ibrani berarti "pemilik" atau "tuan". Sebagai Raja para Dewa, Baal dipercaya unggul atas Dewa Yamm, penguasa lautan dalam sebuah perebutan Tahta tertinggi dunia dewa. 

Kisah ini untuk mengokohkan posisi baal sebagai dewa segala dewa. Pemuja baal biasanya juga pemuja Asyera. Asyera adalah kata Ibrani untuk sosok dewi atau sebutan berbagai objek pemujaan atau Asyera bisa memiliki arti keduanya. Sebutan Asyera (yang bermakna tunggal) dan Asherim (sebagai makna jamaknya) sudah muncul sejak zaman hakim-hakim Israel.

Izebel tetap mempertahakan keyakinan lamanya ketika ia pindah ke Kerajaan Israel dan ia menjadi permaisuri Raja Ahab. Izebel tetap mempraktekkan ritual pememujaan Baal dan Asyera. Raja Ahab tampaknya mendukung pilihan permaisurinya itu. Oleh karena itu, Ahab membiarkan ketika Izebel mendirikan mezbah dan kuil Baal di Samaria (Ibu Kota Israel). Bahkan Ahab melengkapi kebutuhan peribadatan permaisurinya dengan membuat Patung Asyera. 

Raja Ahab juga tak keberatan dengan keputusan Izebel untuk mengangkut 450 Nabi Baal dan 400 Nabi Asyera ke Israel. Izebel merawat dan menjamin kehidupan ratusan nabi-nabi kafir itu selama mereka tinggal di Israel.

Tentu saja, Kebijakan Raja Ahab tersebut mempengaruhi kehidupan spiritual seluruh bangsa Israel. Banyak dari mereka ikut terpengaruh dalam praktek penyembahan Baal dan Asyera.

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Jawaban Channel
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami