Kejar Gratis Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN)

Health / 5 August 2022

Kalangan Sendiri

Kejar Gratis Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN)

Aprita L Ekanaru Official Writer
601

Penurunan cakupan imunisasi rutin selama masa pandemi Covid-19 membuat Kemenkes RI mencanangkan program BIAN pada tahun 2022 ini. BIAN adalah pemberian imunisasi tambahan (Campak-Rubela) dan imunisasi kejar (OPV, IPV, dan DPT-HB-Hib). Adapun sasaran anak yang dapat menerima imunisasi adalah sebagai berikut:

1. Imunisasi Campak- Rubella dapat diberikan pada anak dengan usia 9 bulan -< 15 tahun.

2. Imunisasi Kejar dapat diberikan pada anak usia 12-59 bulan yang tidak/belum lengkap OPV, IPV, dan DPT-HB-Hib.

Dikutip dari Instagram @kemenkes_ri, Program Imunisasi Anak Nasional ini terbagi menjadi dua tahap, yakni:

1. Tahap Pertama Imunisasi Anak Nasional Tahap Pertama diselenggarakan pada bulan Mei 2022. Adapun wilayah pelaksanaannya adalah di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. 

2. Tahap Kedua Imunisasi Anak Nasional dilaksanakan pada bulan Agustus 2022. Wilayah sasaran dari program imunisasi tahap kedua ini adalah Pulau Jawa dan Provinsi Bali.

Program BIAN dilaksanakan dibeberapa tempat disetiap daerah, Anda dapat mendatangi tempat di bawah ini:

1. Puskesmas

2. Klinik, praktik dokter swasta, praktik mandiri bidan

3. RS Pemerintah dan RS Swasta

4. TNI dan Polri

5. Pos pelayanan komunitas (Posyandu, Lapangan atau Drive Thru)

6. Pelaksanaan imunisasi mobile melalui Puskesmas Keliling

7. Sekolah, Pesantren, atau satuan pendidikan lainnya.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA -->

Dalam pelaksanaan BIAN 2022 ini ada 3 strategi yang diterapkan, yaitu :

1. Menambah 3 jenis imunisasi rutin pada anak yang sebelumnya 11 vaksin menjadi 14 vaksin. Vaksin yang ditambahkan adalah vaksin Rotavirus untuk anti diare dan vaksin PCV untuk anti pneumonia yang ditargetkan untuk anak, serta vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks yang diberikan untuk anak kelas 5 dan 6 SD untuk mencegah potensi kanker serviks saat anak menjadi dewasa.

2. Digitalisasi data imunisasi dengan menggunakan pencatatan imunisasi secara digital yakni Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) yang terintegrasi dengan PeduliLindungi.

3. Imunisasi anak akan dilakukan melalui undangan di aplikasi. Sehingga Pemda maupun tenaga kesehatan sudah mengetahui anak yang belum divaksinasi.

Dengan terselenggaranya kegiatan BIAN diharapkan kekebalan masyarakat terbentuk, sehingga pada akhirnya bisa mencapai eliminasi Campak-Rubela, mempertahankan status Indonesia Bebas Polio, mempertahankan eliminasi tetanus pada ibu hamil dan bayi baru lahir serta mengendalikan penyakit difteri dan pertussis.

 

Sumber : Dinkes Kesehatan
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami