3 Alasan Kenapa Kita Tidak Boleh Meninggalkan Gereja

Relationship / 2 August 2022

Kalangan Sendiri

3 Alasan Kenapa Kita Tidak Boleh Meninggalkan Gereja

Claudia Jessica Official Writer
2907

 

“Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya” (1 Timotius 4:10)

Anda mungkin pernah mengalami perasaan campur aduk terhadap gereja. Mungkin Anda pernah terluka atau bahkan mengalami pelecehan di gereja. Namun, seburuk apapun pengalaman yang kami alami dengan suatu gereja, Yesus masih memanggil gereja sebagai mempelainya wanitanya. Meskipun terkadang sulit untuk melihat hal indah dari “tubuh orang percaya” yang cacat dan tersandung seperti ini.

Saya tidak akan menyerah pada gereja karena saya percaya kepada Kristus Yesus, yang menamai gereja sebagai agen pilihan-Nya untuk membawa kabar baik Kerajaan-Nya ke dunia.

“Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.” (Yohanes 17:22-23)

 

1. Tuhan memerintahkan kita untuk saling mengasihi

“Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi” - Yohanes 13:34-35

Gereja terdiri dari orang-orang, dan setiap orang tidak sempurna. Dosa dan kejahatan merajalela di dunia. Orang-orang yang percaya kepada Kristus Yesus dimeteraikan oleh Roh Kudus dari Allah yang hidup, namun bukan berarti kita tidak akan pernah dihadapkan dengan pencobaan saat hidup di dunia ini.

Disamping dari betapa banyaknya kekurangan kita, Tuhan tetap memilih kita. Dia memilih untuk menciptakan kita dengan tujuan yang baik dan unik. Dia memilih untuk mencintai kita apa adanya. Dan tindakan kasih terbesar sepanjang masa adalah ketika Dia mengobarkan Anak-Nya untuk pengampunan kita. Tidak ada cinta yang lebih besar daripada itu.

Saya tidak akan menyerah pada gereja karena cinta itu. Karena perintah Allah untuk mengasihi orang lain. Gereja bukanlah gedung yang kita kunjungi setiap beribadah. Gereja adalah kita, setiap orang percaya.

Komunitas diciptakan untuk saling mengasihi.

Gereja dengan segala kekurangannya bertujuan untuk mengasihi orang lain, baik di dalam komunitas orang percaya maupun di luar komunitas. Kasih kita berada pada tingkat yang berbeda karena kita berbagi kasih karunia keselamatan Yesus Kristus. Ini adalah cinta yang tidak dapat kita tahan, dan harus dibagikan!

 

2. Untuk mengalami hadirat Tuhan

“Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka” - Matius 18:20

Meski tidak terjadi setiap minggu, tapi terkadang kita (terutama di masa-sama sulit yang penuh rasa sakit) berdiri dalam penyembahan di gereja dan memungkinkan Tuhan untuk menyentuh dan menggerakkan hati hingga mentikkan air mata, dan tak jarang hingga terisak. Momen seperti ini seringkali terjadi di ruangan yang penuh dengan orang-orang yang memuji-Nya, mencari-Nya. Dia hadir untuk kita.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA -->

 

Ibadah di gereja dengan orang percaya menimbulkan perasaan yang luar biasa dan mampu membangkitkan semangat. Gereja adalah tempat kita datang di hadirat Allah. Ini dapat membawa kita kembali kepada siapa Dia dan mengingatkan kita siapa diri kita. Ada kebersamaan dalam berkumpul untuk menyembah Tuhan.

Kehadiran Tuhan menyembuhkan, meyakinkan, memperjelas, dan memperlengkapi kita. Dia mempersiapkan kita ketika kita patuh di hadirat-Nya.

Saya tidak akan menyerah pada gereja karena saya percaya Dia memperlengkapi para pendeta yang dengan setia berkhotbah. Ketika kita masuk dan duduk di hadirat Allah, khutbah dapat menjadi pesan pribadi yang kuat dari Bapa kita yang setia.

Dia mengasuh kita dengan penuh kasih Ketika kita bertumbuh dalam iman dan berjalan bersama Yesus Kristus. Kita dapat mendengarkan khotbah di podcast, atau youtube, tapi ada sesuatu yang sangat mengharukan tentang duduk di hadirat Tuhan bersama komunitas orang percaya menyaksikan Tuhan bergerak melalui sebuah pesan.

3. Manusia diciptakan untuk komunitas

“Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat” - Ibrani 10:24-25

Gereja bukan hanya tempat untuk datang beribadah pada hari minggu atau untuk melakukan pertemuan suatu acara. Gereja adalah tempat untuk menemukan komunitas orang percaya. Bersama dengan mereka, kita bisa membangun sebuah kelompok sel yang dapat bersama-sama untuk melakukan studi Alkitab, membuat kelompok pemuda, mendukung dan mendoakan satu dengan yang lain, serta dapat melayani masyarakat bersama-sama. Sangat penting bagi orang Kristen untuk terkoneksi dengan orang lain.

Gereja memang tidak sempurna, hanya Tuhan yang sempurna. Meskipun menjadi jemaat di gereja bukanlah persyaratan atas kehadiran Tuhan, namun saya percaya bahwa menjadi bagian pekerja di dalamnya merupakan kehendak-Nya atas hidup kita.

Supaya ada kebangkitan yang terjadi, kita harus bersatu secara lokal. Kita membutuhkan gereja, ruangan yang nyata untuk bertatap muka dengan orang-orang yang kita kasihi dan menerima dimanapun kita berada sama seperti Yesus.

Ada pekerjaan nyata yang harus dilakukan di komunitas dan hal ini mengharuskan kita untuk bersatu sekalipun ada perbedaan untuk memenuhi tuntutan untuk saling mencintai.

Bagi Tuhan segala kemuliaan, dan semoga hidup kita mencerminkan dan menghormati Dia setiap hari, bukan hanya pada hari Minggu.

Sumber : iBeleve
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami