Ciri-ciri Orang yang Belum Siap Berinvestasi, Bagaimana dengan Anda?

Finance / 23 July 2022

Kalangan Sendiri

Ciri-ciri Orang yang Belum Siap Berinvestasi, Bagaimana dengan Anda?

Aprita L Ekanaru Official Writer
970

Di era ini, investasi merupakan hal sedang ramai menjadi perbincangan berbagai kalangan, bahkan banyak anak muda sudah memulai terjun ke dunia investasi. Hal ini dikarenakan investasi menjanjikan keuntungan yang berlipat ganda.

Namun, sebelum memulai berinvestasi, Anda harus terlebih dahulu mengetahui apakah Anda sudah siap untuk terjun ke dalam dunia investasi yang tidak semudah kelihatannya.

Ryan McPherson, seorang perencana keuangan bersertifikat sekaligus direktur pembinaan dan pendidikan di Smarthpath mengatakan, investor pemula harus lebih dahulu mempelajari cara kerja investasi dan pasar.

Di sisi lain, Ivory Johnson, perencana keuangan bersertifikat dan juga pendiri Delancey Weath Management pun setuju dengan pernyataan McPherson. Ia menambahkan bahwa berinvestasi di saham individu atau kripto mungkin terlihat menjanjikan. Akan tetapi, terlalu berisiko besar, seperti sewaktu-waktu mungkin akan terjadi penurunan secara signifikan atau tajam.

Berikut adalah ciri-ciri seseorang yang belum siap untuk terjun ke dunia investasi:

1. Tidak memiliki tujuan keuangan

Seorang yang memiliki penghasilan belum tentu dapat berinvestasi jika tidak memiliki tujuan keuangan secara jelas, baik tujuan keuangan jangka pendek maupun tujuan keuangan jangka panjang. Anda harus memiliki tujuan yang harus dicapai agar penghasilan yang Anda miliki tidak dipegunakan untuk hal-hal yang tidak penting.

2. Tidak memiliki proteksi diri

Keselamatan diri juga merupakan hal penting yang harus diperhatikan dalam berinvestasi, minimal  Anda harus memiliki Jaminan Kesehatan. Tentu saja Anda tidak ingin keuntungan dari investasi Anda pada akhirnya dipergunakan untuk membiayai kesehatan Anda ketika sakit. Oleh sebab itu, jangan dahulu berinvestasi jika belum memiliki proteksi diri.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA -->>

3. Memiliki banyak tagihan 

Ketika Anda memiliki tagihan dalam jumlah yang banyak dan bernilai tinggi, tundalah niat Anda untuk berinvestasi. Johnson mengatakan, “ Berinvestasi dalam situasi ini adalah tanda bahaya.”

Mungkin Anda bisa memiliki keuntungan dari investasi Anda, tetapi uang itu dapat langsung lenyap untuk menutup tagihan Anda.  Fokuslah terlebih dahulu untuk membayar tagihan Anda yang masih tersisa.

4. Belum memiliki dana darurat

Dana darurat sangat berguna sewaktu-waktu disaat keadaan mendesak. Sangatlah penting bagi setiap orang untuk memiliki dana darurat sebelum memulai berinvestasi. Hal ini untuk berjaga-jaga, karena tidak selamanya investasi selalu menguntungkan.

5. Memiliki keinginan kaya dalam waktu singkat

Pemikiran investasi membuat kaya dalam waktu singkat merupakan pemikiran yang salah. Investasi bukanlah seperti judi, investasi memiliki teknik yang dapat dipelajari dan membutuhkan analisa agar tidak salah langkah dan berujung merugi yang dibuat sendiri.

6. Tidak mau belajar investasi lebih dalam

Ada sangat banyak instrumen keuangan yang menawarkan berbagai keuntungan, semua itu harus dipelajari agar Anda bisa berinvestasi dengan tepat. Jika Anda masih tidak tertarik untuk belajar dan mengetahui investasi lebih dalam, sebaiknya Anda jangan nekat untuk terjun ke dunia investasi tanpa menguasai ilmunya.

 

Jadi, apakah Anda adalah orang yang sudah tepat untuk berinvestasi saat ini? Berdoalah kepada Tuhan untuk meminta hikmat dan kebijaksanaan-Nya, maka Dia akan menuntun Anda pada jalan-jalan kebaikan di dalam hidup Anda.

Sumber : Liputan6
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami