Cegah Pelecehan Anak! Ini Pentingnya Ajarkan Buah Hati Anda Tentang Organ Intim

Relationship / 7 July 2022

Kalangan Sendiri

Cegah Pelecehan Anak! Ini Pentingnya Ajarkan Buah Hati Anda Tentang Organ Intim

Claudia Jessica Official Writer
1184

Melansir dari kompas.com, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mencatat setidaknya terjadi 7.004 kasus kekerasan seksual yang dialami oleh anak-anak sepanjang tahun 2021.

Beberapa waktu lalu, viral sebuah kasus pelecehan anak di sebuah mall daerah Jakarta. Selain itu, saya juga sempat mendengar sebuah cerita tentang seorang anak TK yang bercerita kepada gurunya bahwa ada seorang om yang suka sekali bermain dengan squishy miliknya. Guru yang mengira bahwa squishy adalah mainan pun hanya bisa merespon dengan baik. Sampai suatu ketika guru ini bertemu dengan orang tua muridnya, ia menyampaikan bahwa ada seorang pria yang menyukai squishy muridnya ini. Sontak orang tua ini pun terkejut karena squishy dimaksud bukanlah mainan, melainkan vagina sang anak.

Dari kisah ini, kita bisa belajar bahwa merubah nama alat kelamin menjadi nama atau istilah lain, dapat memberikan kerugian. Jika saja anak tersebut mengetahui bahwa squishy adalah vagina, tentu gurunya dapat mengambil tindakan yang sesuai.

Untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual terhadap anak, orang tua berperan penting dalam memperkenalkan organ intim anak sejak usia dini. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orang tua:

 

1. Ajarkan konsep bagian tubuh intim kepada anak sejak dini

“Lebih cepat lebih baik” mungkin inilah istilah yang tepat untuk menggambarkan hal ini. Semakin cepat anak mengerti tentang bagian tubuh intim miliknya, maka semakin cepat pula ia bisa melindungi dirinya.

Mungkin bukan melindungi dalam artian anak bisa mengalahkan pelaku yang hendak melecehkannya, tetapi ketika pelaku pelecehan melancarkan aksinya, anak dapat membela dirinya. Dia bisa saja berteriak atau meminta pertolongan orang di sekitar. Tentu saja orang tua harus mengajarkan anak terlebih dahulu bahwa bagian tubuh intim bersifat privasi dimana hanya dirinya saja yang boleh melihat dan menyentuhnya.

Bahkan jika Anda hendak membantunya membersihkan diri saat mandi atau memakaikan baju, kita perlu izin terlebih dahulu untuk memegang tubuhnya.

 

BACA JUGA: Anak Dilecehkan Pengurus Gereja di Depok, Adilkah Orangtua Terima Ganti Rugi?

 

2. Jangan mengganti nama penis atau vagina dengan nama lain

Jangan malu untuk mengenalkan anak pada bagian tubuh intimnya karena anak-anak perlu mengenal anggota tubuh mereka. Tentu kita tidak ingin kejadian di atas terjadi pada anak kita bukan?

Tidak semua orang memahami “istilah” yang Anda berikan untuk kelamin anak-anak Anda. Maka dari itu, tidak perlu malu untuk menyebutkan penis dan vagina sebagai nama dari alat kelamin anak-anak Anda.

Jika anak Anda merasa terganggu dengan orang yang menyentuh penis atau vaginanya, dia bisa mengatakan, “Orang itu menyentuh penis atau vagina saya!” Maka orang-orang di sekitar yang mendengarnya pun akan menanggapinya dengan lebih responsif dan serius.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA -->

3. Biasakan untuk meminta izin kepada anak untuk menyentuh area privat anak dan hargai kata “tidak” atau “stop” agar anak tahu kata-kata ini memiliki kekuatan

Seperti yang telah disinggung dalam poin nomor 1, biasakan untuk meminta izin kepada anak untuk menyentuh area privatnya. Misalnya seperti, “Mama izin ya pegang penis/vagina adik untuk bantu bersihkan. Kamu boleh bilang kalau merasa gak nyaman.”

Jika anak merasa tidak nyaman, segera hentikan aktivitas Anda terlebih dahulu. Hal ini ditujukan agar anak mengetahui bahwa kata-kata “tidak” atau “stop” memiliki kekuatan. Sehingga jika ada orang yang melakukan pelecehan seksual terhadap mereka, mereka akan berani untuk mengatakan “tidak” atau “stop”.

Setelahnya Anda bisa bertanya apa alasannya meminta berhenti membantunya.

 

4. Ajarkan siapa saja yang boleh menyentuh area privat mereka

Bagian tubuh privat perlu dijaga dan tidak boleh disentuh oleh sembarang orang. Kita tahu ada begitu banyak kasus pelecehan anak, bahkan ada yang terjadi di lingkungan keluarga. Hal ini tentu membuat orangtua khawatir. Maka dari itu, orang tua harus ekstra hati-hati dan waspada pada orang-orang di sekitar. Hanya orang-orang terpercaya saja yang boleh membantu menjaga bagian tubuh privat anak.

Alat kelamin adalah bagian tubuh yang wajar disentuh, disebut, dan dijaga. Gunakanlah bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak Anda agar mereka bertanggungjawab untuk merawat dan menjaganya dengan baik.

 

Sumber : jawaban.com
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami