3 Hal yang Bisa Kita Pelajari Tentang Kebahagiaan Dari Kitab Filipi

Kata Alkitab / 29 June 2022

Kalangan Sendiri

3 Hal yang Bisa Kita Pelajari Tentang Kebahagiaan Dari Kitab Filipi

Lori Official Writer
613

Dunia membuat ukuran kebahagiaan lewat beberapa standar yaitu kesuksesan (terutama bisnis dan keuangan), popularitas dan pengaruh. Banyak orang yang berkata bahwa semua standar inilah yang menentukan tingkat kebahagiaan hidup seseorang. 

Tapi bila kita berpikir secara rasional, baik kesuksesan, uang, popularitas dan pengaruh shanya bersifat sementara. Semuanya bisa hilang dalam sekejap waktu. 

Lalu apa sih yang sebenarnya membuat seseorang mengalami kebahagiaan?

Kita bisa mempelajari hal ini dari ‘Surat Bahagia’ yang dituliskan oleh Rasul Paulus kepada orang-orang di Filipi. Paulus menulisnya kata ‘bersukacita’ di empat pasal suratnya sedikitnya sebanyak 16 kali. 

Walaupun dunia mencoba mendefinisikan kebahagiaan dari kaca mata kesenangan dan pencapaian duniawi, orang Filipi justru mendefinisikan kebahagiaan hidup mereka dengan cara yang berbeda. 

Mereka menganggap bahwa kebahagiaan adalah kepuasan sejati di dalam Yesus, ucapan syukur kepada Tuhan atas firman kebenaran-Nya dan kenikmatan atas satu jiwa yang diselamatkan untuk Kerajaan Surga, yang semuanya ini hanya bisa dialami dalam hubungan dengan Yesus.

 

Baca Juga: Hanya yang Sudah Dewasa Iman yang Mampu Lakukan 7 Hal Ini

 

Supaya lebih jelasnya, 3 hal ini yang bisa kita pelajari tentang kebahagiaan dari kitab Filipi.

1. Kepuasan di dalam Yesus adalah harta karun kebahagiaan 

Orang yang memiliki harta memang bisa bahagia karena dia bisa memakai kepemilikan uang atau benda untuk memenuhi keinginannya. Tetapi ingatlah bahwa semua itu hanya bersifat sementara. 

“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.” (Matius 6: 19-20)

Harta hanya bisa benar-benar memuaskan jika itu abadi dan tidak akan pernah hilang. Sementara Yesus adalah harta yang kekal, abadi dan tidak fana. Hal inilah yang ditegaskan oleh Paulus kepada orang-orang di Filipi. 

“Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus...” (Filipi 3: 7-8) 

Paulus rela kehilangan segalanya karena Kristus. Karena dia tahu bahwa Yesus adalah Juruslamat jiwanya, sang penyedia segala hal yang baik dan sumber segala harapan dan keyakinan di masa depan.

 

Baca Juga: Tetap Bersukacita di Tengah Masalah

 

Faktanya, Paulus menulis surat bahagia ini justru saat dia berada di dalam penjara yang gelap dan lembap (Filipi 1: 7-8, 29-30). Meski keadaan kelihatannya sangat memprihatinkan, namun dia mengaku menemukan kepuasan di dalam Yesus. Dia menemukan kekuatan yang tidak bisa diberikan oleh dunia untuk menghadapi tantangan yang dia hadapi. 

Paulus mengajarkan kita bahwa Tuhan bisa mengubah dukacita menjadi sukacita, bahkan jika keadaan tidak berubah (Yeremia 31: 13). Hal ini seharusnya mengingatkan kita bahwa tidak ada apapun yang kita punya di dunia yang bisa menjamin kebahagiaan kekal kita kecuali Yesus Kristus yang sama menderitanya demi menjamin keselamatan kita.

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Corechristianity.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami