Bagaimana Seharusnya Gereja yang Sehat Menghadapi Masa-masa Sulit?

Kata Alkitab / 22 June 2022

Bagaimana Seharusnya Gereja yang Sehat Menghadapi Masa-masa Sulit?

Lori Official Writer
452

Bagaimana seharusnya gereja yang sehat menghadapi masalah?

Dalam tulisannya, Petrus menyampaikan beberapa nasihat kepada gereja dalam menghadapi masa-masa ujian yang sulit?

“Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5: 6-7)

Di pasal pertama ini, Petrus banyak berbicara kepada para penatua dan jemaat gereja. Dia menantang mereka untuk hidup dengan cara yang sehat. Dia memanggil para penatua untuk memimpin dengan benar di gereja; dia memanggil orang-orang muda yang menolak kepemimpinan untuk mau tunduk. 

Dia berbicara kepada seluruh gereja untuk meneganakn pakaian kerendahan hati dalam melayani satu sama lain.

“Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”” (1 Petrus 5: 5)

 

Baca Juga: 6 Tipe Pemimpin Dalam Gereja, Anda yang Mana?

 

Ciri-ciri Gereja yang Sehat

Kenali ciri-ciri gereja yang sehat lewat beberapa hal di bawah ini:

1. Gereja yang sehat memiliki kepemimpinan yang kudus dan kerinduan untuk melayani dan memelihara kesatuan. 

Semua jemaat mengambil peranan masing-masing di dalam pelayanan dan melakukannya dengan rendah hati.

Di 1 Petrus 5: 6-7, Petrus menyampaikan bahwa supaya ‘setiap orang merendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat’. 

Apa arti merendahkan diri di bawah tangan Tuhan yang kuat?

- Merendahkan diri di bawah tangan Tuhan yang kuat berarti mengakui bahwa Tuhan memegang kendali atas segala keadaan. Alkitab dengan jelas menyampaikan bahwa Allah berdaulat dan mengendalikan segala sesuatu. 

“Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan--kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya.” (Efesus 1: 11)

- Merendahkan diri di bawah tangan Tuhan yang kuat berarti percaya kepada Tuhan. Seperti di sampai oleh Raja Salomo di Amsal 3: 5, “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.”

 

Baca Juga: Di Tempat Ini Tuhan Yesus Mendirikan Gereja-Nya yang Pertama?

 

- Merendahkan diri di bawah tangan Tuhan yang perkasa berarti berserah sepenuhnya kepada Tuhan. Yesus berkata, ambillah cawan ini dari padaku tetapi kehendakMu lah yang jadi (Lukas 22: 42). Dia tunduk kepada kehendak Tuhan atas hidupnya bahkan saat kehendak Tuhan itu artinya salib. Banyak orang Kristen yang hanya ingin tunduk ketika kehendak Tuhan sesuai dengan rencananya saja. Tetapi saat muncul kesulitan, mereka mulai berontak. 

Yesus merendahkan diri dan mau memikul salib karena Dia mengerti bahwa Tuhan tahu yang terbaik. 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

2. Gereja yang sehat mengenali, percaya dan menyerahkan dirinya kepada Tuhan di tengah pencobaan.

Gereja yang sehat juga ditandai dengan bagaimana semua anggotanya mau menderita bersama ketika terjadi masa-masa sulit dan cobaan yang menguji kesabaran, kedamaian dan kesatuan. Meskipun ada begitu banyak luka emosional, gereja bisa melaluinya karena setiap anggota gereja menaruh keyakinan bahwa Tuhan bisa memakai cobaan untuk mendewasakan gereja dan juga setiap jemaatnya. 

Masa-masa sulit ini bisa berupa konflik antar anggota gereja seperti yang terjadi di gereja Filipi (Filipi 4: 2), bisa juga karena hasutan dari pengajar-pengajar palsu seperti yang terjadi di Efesus (1 Timotius 1: 3) atau masa-masa pendisiplinan seperti yang terjadi di Korintus (1 Korintus 5).

 

Baca Juga: Ketika Gereja Menyakitimu, Pulihkanlah Dirimu Dengan Cara Ini

 

3. Gereja yang sehat menghidupi iman di dalam Tuhan. 

Bahwa setiap anggota gereja memiliki respon dan pandangan yang tepat atas setiap kondisi yang terjadi. Doa dan firman Tuhan menjadi hal yang utama yang selalu diandalkan di dalam setiap situasi.

Alkitab sering menggambarkan gereja dengan sebuah keluarga. Di Timotius 5: 1-2, Paulus memerintahkan Timotius untuk memperlakukan pria yang lebih tua di gereja sama seperti seorang ayah, pria yang lebih muda sebagai saudara, wanita yang lebih tua sebagai ibu, dan wanita yang lebih muda sebagai saudara perempuan. Apakah keluarga yang sehat akan bercerai ketika menghadapi masalah? Tidak! Mereka harus lebih dekat dan lebih intim. 

Ada beberapa gereja yang mungkin menghadapi masa-masa sulit yang cukup panjang. Tetapi sebagai tubuh Kristus, Alkitab berpesan supaya kita tetap bertekun di dalam doa dengan setia. Kita harus menyerahkan semua beban kita ke dalam tangan-Nya. Saat kita melakukan bagian kita, maka Dia yang setia akan mengangkat semua beban tersebut.

Mari periksa kembali apakah gereja Anda sudah menghidupi beberapa hal di atas dengan setia? Berdoalah supaya setiap gereja Tuhan dipakai dan dibentuk sesuai dengan kehendak Tuhan saja.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami