Inilah 5 Ayat Alkitab yang Kadang Salah Ditafsirkan Orang

Kata Alkitab / 20 June 2022

Inilah 5 Ayat Alkitab yang Kadang Salah Ditafsirkan Orang

Contasia Christie Official Writer
514

Saat kita membaca Alkitab, mungkin ada beberapa ayat yang membuat kita bingung dan rancu. Untuk bisa interpretasi Alkitabiah dengan benar, kita harus memperhatikan maknanya secara kontekstual. Sayangnya banyak orang yang sering salah menafsirkan ayat Alkitab karena mereka kehilangan prinsip yang sangat penting, yaitu aturan konteks. Ini sangat penting ketika menafsirkan Kitab Suci.

Konteks Alkitabiah mencakup empat hal yang berkaitan dengan suatu perikop Kitab Suci atau Alkitab:

1. Seputar kata, kalimat, dan paragraf

2. Bab

3. Buku

4. Seluruh Alkitab

Kita juga harus membandingkan bagian-bagian serupa untuk klarifikasi dan penelitian konteks sejarah, budaya, dan tata bahasa.

Berikut ini beberapa ayat Alkitab yang sering kali salah diartikan:

 

1. Mazmur 37:4

“dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.”

Beberapa orang menggunakan ayat pendek ini untuk membenarkan mereka dalam keuntungan duniawi (kesehatan, kekayaan, dll). Padahal secara kontekstual, kitab Mazmur ini berbicara tentang tindakan Allah dalam penciptaan sejarah bangsa Israel. Tujuannya adalah untuk mendorong umat-Nya penyembahan yang benar kepada Allah. Di Mazmur 37, Daud menulisnya tentang cara manusia yang dikontraskan dengan cara Tuhan. Bersukacita di dalam Dia berarti ketika kita orang Kristen menemukan kesenangan dan sukacita kita di dalam Tuhan.

Kita menghabiskan waktu yang berharga dengan Dia dalam Firman-Nya dan berkomunikasi dengan Dia melalui doa. Kita diubah ( Roma 12:2 ). Kita mengasihi Dia ( 1 Yohanes 4:19 ) dan kita ingin menyenangkan Dia dan (ini adalah peringatannya) kita menjadi lebih seperti Dia ( Roma 8:29 ; 2 Korintus 3:18 ) dan mengetahui apa yang Dia inginkan dari kita ( 1 Korintus 2:16 ). Kalau kita melihat ayat bagian yang kedua – “maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu” - berarti bahwa  keinginan hati kita menjadi keinginan -Nya, bukan lagi keinginan kita.

Baca selanjutnya ---->

2. Yeremia 29:11

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”

Ayat ini paling sering saya dengar dan lihat. Sayangnya kadang ayat ini disandingkan dengan keinginan duniawi dan bukan benar-benar rencana Allah. Secara konteks, nabi Yeremia menulis kata-kata penghakiman dan janji-janji kepada Yehuda yang jahat dan tidak mau bertobat ( Yeremia 29:1 ) sebelum dan selama mereka ditawan. Yeremia berulang kali memperingatkan bangsa itu akan penghakiman yang akan datang jika mereka tidak bertobat.

Memang Alkitab mengajarkan kita untuk memiliki harapan, tapi Tuhan menyuruh Yeremia menulis tentang Dia yang akan mengacaukan rencana egois dan menghancurkan impian bangsa tersebut. Yeremia juga menubuatkan bahwa Tuhan akan mengumpulkan mereka kembali ke tanahnya, tapi tidak sesuai dengan jadwal yang mereka inginkan.

Lalu apa pesan ini masih kontekstual dengan kondisi kita saat ini? Ya. Pelajaran yang bisa kita ambil adalah berkat Tuhan kadang tidak langsung kepada kita. Namun Tuhan akan terus punya rencana yang terbaik untuk kita dan menggenapi janji-Nya.

 

3. Yesaya 53:5

“Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan  oleh karena kejahatan kita; ganjaran  yang mendatangkan keselamatanbagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh”

Ini adalah ayat yang seringkali digunakan pada masa Paskah. Ada juga orang yang menafsirkan ayat indah ini dengan arti Yesus membawa kesembuhan fisik bagi kita (di bumi) karena Dia menanggung semua luka kita ke atas diri-Nya. Padahal maksudnya, ayat ini menunjuk pada penyembuhan secara spiritual, bukan fisik. Yesus adalah kesembuhan rohani lewat pengorbanan-Nya yang sempurna, oleh iman dan ketaatannya (1 Petrus 2:24). Kita dibersihkan dari dosa; begitulah cara kita disembuhkan! Tidak ada lagi kematian karena kita akan dibangkitkan untuk hidup yang kekal.

 

4. Filipi 4:13

“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”

Rasul Paulus menulis surat ini kepada gereja di Filipi saat ditahan. Dalam ayat-ayat sebelumnya, Paulus berbicara tentang rasa syukur atas apapun yang menimpanya. Paulus mengajarkan bahwa kepuasan tidak didasarkan atas situasi yang dialami seseorang saat ini. Paulus justru berkata bahwa kita dapat menang dalam setiap perkara, karena kekuatan Tuhan. 

Baca selanjutnya ---->

5. 1 Korintus 10:13

“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”

Hampir setiap orang mengartikan ayat ini dengan pernyataan bahwa Tuhan tidak akan memberikan apapun yang tidak bisa kita tangani. Alasan ini justru menempatkan pemahaman manusia tentang cara Tuhan bekerja dalam ‘porsi-Nya.

Padahal Paulus mengingatkan orag-orang di Korintus tentang asal muasal kasih karunia Tuhan yang mereka terima. Mereka sebelumnya pernah jatuh dalam dosa pencobaan sendiri, sama seperti kita. Disinilah Tuhan memberi tahu kepada kita bahwa, Dia akan selalu memberikan jalan keluar agar kita dapat menanggung cobaan tersebut. Ini adalah kuncinya. Jadi bukan Tuhan akan menghilangkan pencobaannya, tidak menanggung rasa sakit, atau kehilangannya. 

Sumber : biblestudytools
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami