Marak Kasus Begal Rekening, Kenali 4 Modus yang Umum Dilakukan Pelaku

News / 20 June 2022

Marak Kasus Begal Rekening, Kenali 4 Modus yang Umum Dilakukan Pelaku

Lori Official Writer
250

Begal rekening, demikian istilah yang disematkan kepada tindakan penipuan yang mengaku sebagai pihak bank kepada nasabah bank tertentu.

Para pelaku bahkan menjalankan modusnya dengan meyakinkan nasabah persis seperti petugas bank. Sehingga bagi mereka yang tidak menganggap curiga akan tertipu dan kehilangan seluruh asetnya di bank.

Karena itu, pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghimbau supaya nasabah bank bisa waspada dengan 4 modus begal rekening yang saat ini tengah marak, diantaranya:

1. Pelaku menghubungi nasabah dengan informasi perubahan tarif transfer bank. 

Dalam hal ini, pelaku berpura-pura sebagai pegawai bank dan menyampaikan informasi perubahan tarif transfer bank kepada korban. 

Penipu meminta korban mengisi link formulir yang meminta data pribadi seperti PIN, OTP dan password.

2. Pelaku menawarkan iklan upgrade sebagai nasabah prioritas.

Dengan segudang rayuan, pelaku akan membujuk nasabah untuk menyetujui promosi ini. Lalu penipu akan meminta nasabah memberikan data pribadi seperti Nomor Kartu ATM, PIN, OTP, Nomor CVV/CVC, dan password.

 

3. Pelaku memakai akun layanan palsu.

Pelaku biasanya menggunakan akun media sosial palsu yang mengatasnamakan bank. Akun biasanya muncul ketika ada nasabah yang menyampaikan keluhan terkait layanan perbankan. Pelaku akan menawarkan bantuan untuk menyelesaikan keluhannya dengan mengarahkan ke website palsu pelaku atau meminta nasabah memberikan data pribadinya.

 

4. Pelaku menawarkan jasa sebagai agen laku pandai.

Penipu juga akan menawarkan jasa layanan lain seperti menjadi agen laku pandai bank dengan langkah yang mudah. Biasanya pelaku akan meminta korban mentransfer sejumlah uang untuk mendapatkan mesin EDC.

Bukan hanya itu, pelaku begal rekening juga banyak menggunakan pesan singkat seperti Whatsapp, Telegram dan SMS untuk melancarkan modusnya. Pelaku akan mengirimi link yang digunakan sebagai alat untuk membobol rekening nasabah. 

“Cara kerjanya seperti itu, jadi memang kita harus berhati-hati kalau dapat link dari orang yang tidak kita kenal, jangan sampai terperangkap dan terbuai dengan informasi-informasi itu,” ucap Founder Digital Forensic Indonesia, Ruby Alamsyah.

Dia mengingatkan supaya masyarakat tidak terburu-buru mengklik link yang dikirim oleh orang lain yang tidak Anda kenal bahkan jika menggunakan nomor telepon biasa. Karena biasanya bank resmi hanya akan menghubungi nasabah dengan nomor resmi perusahaan. 

Sementara Bank Indonesia (BI) menawarkan perlindungan konsumen kepada nasabah bank yang menjadi korban begal rekening ini. Para korban diharapkan untuk segera membuat pengaduan kepada pihak bank ataupun otoritas jasa keuangan (OJK). Meskipun nantinya pihak bank perlu menindak lanjuti apakah kasus tersebut murni kesalahan nasabah atau pihak lain. Karena memberi data pribadi yang tidak seharusnya diberikan merupakan kesalahan nasabah. 

Untuk menghindari kasus serupa, Bank Indonesia menyarankan supaya masyarakat kembali diedukasi terkait kesadaran untuk tidak memberikan informasi pribadi kepada pihak yang salah, baik nomor PIN, OTP, nama ibu kandung maupun data pribadi lainnya.

Yuk tetap berhati-hati ya dengan segala bentuk kejahatan yang sangat mudah dilakukan melalui teknologi.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami