Mengetahui Maksud Tuhan dari Kisah Yusuf yang Dijual oleh Saudara-saudaranya

Kata Alkitab / 19 June 2022

Mengetahui Maksud Tuhan dari Kisah Yusuf yang Dijual oleh Saudara-saudaranya

Contasia Christie Official Writer
406

Anda pastinya masih ingat dengan kisah Yusuf yang dijual oleh saudara-saudaranya. Pernahkah ada seorang anak bertanya, “Kok Yusuf tidak marah sih? Kan Anda-Andanya jahat sama dia.” Apa yang akhirnya Anda katakan untuk menjawab hal ini? 

Nah ketika Yusuf mengungkapkan kepada saudara-saudaranya siapa dia sebenarnya saat ia akhirnya sudah menjadi orang kepercayaan Firaun, Yusuf berkata, “Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.” (Kejadian 45: 5)

Tujuan Tuhan dalam hidup Yusuf

Perkataan ini bisa menjadi gambaran tentang karakter Yusuf yang sebenarnya. Tidak mudah bagi seorang Yusuf yang tadinya sempat dijual menjadi budak dan dipenjara, malah mendapatkan kedudukan penting di Mesir. Yusuf begitu taat dan percaya pada rencana Tuhan dalam hidupnya. Justru dengan proses dia dijual menjadi budak, akhirnya dia bisa menyelamatkan banyak nyawa. Dalam kedaulatan-Nya, Tuhan mengatur hal ajaib ini dalam hidup Yusuf.

Baca juga : Tahukah Anda 6 Fungsi Gereja? Pelajari di Sini Yuk…

 

Yuk kita perhatikan tujuan Tuhan dalam mengutus Yusuf melewati segala masalah dan cobaan ini. Kata-kata Yusuf “untuk memelihara kehidupanlah” dalam bahasa Ibrani, sering digunakan dalam perjanjian lama untuk dikaitkan dengan pelestarian kehidupan, rejeki, atau makanan.

Secara keseluruhan, penggunaan kata Ibrani yang diterjemahkan menjadi “memelihara kehidupan” dalam Kejadian 45:5 (dalam kisah Yusuf), kita diingatkan bahwa meskipun kita sedang mengalami kesulitan, Tuhan ingin menggunakan umat-Nya untuk tujuan yang mulia dan baik.

Sebagian besar dari kita mungkin tidak memiliki otoritas sebesar Yusuf, tetapi kita masih dapat menjadi dampak positif dalam lingkup hidup kita. Kisah Yusuf mengingatkan kita juga bahwa Tuhan menempatkannya dalam kisah hidupnya yang sulit sampai puncaknya, bukan untuk mendapatkan pujian. Tapi ini semua terjadi karena Tuhan memakai kita untuk kehendak-Nya yang besar, memelihara kehidupan manusia lainnya dan bukan lewat kemampuan kita sendiri.

Kenapa Yusuf tidak mendendam?

 

Jelas karena ia tahu bahwa proses yang ia lewati ini adalah rencana Tuhan dalam hidupnya. Saudara-saudaranya adalah bagian dari rencana-Nya untuk mengangkat dia dan menyelamatkan keluarga serta bangsa Mesir dan sekitarnya dari bencana kelaparan. Oleh karena itu, Yusuf mengatakan,”Karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.”

Sumber : dari berbagai sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami