Merepresentasikan Tuhan Melalui Tangan yang Terulur Bagi Sesama

Merepresentasikan Tuhan Melalui Tangan yang Terulur Bagi Sesama

Dwi Agus Priono Contributor
      698

Matius 25:40

“… Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”

 

Bacaan Setahun : Amsal 11; Yohanes 21; Kidung Agung 7-8

Dalam Matius 25:31-46 ini, Tuhan Yesus menggambarkan apa yang terjadi dalam penghakiman terakhir. Ada dua kelompok orang yang diperkenankan untuk masuk dalam Kerajaan Allah dan ada yang tidak. Perkataan Tuhan yang kita baca dalam ayat 40 di atas disampaikan kepada mereka yang bertanya mengapa mereka diperkenankan untuk menikmati kehidupan kekal bersama Tuhan.

Kita percaya bahwa setiap orang yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya mendapat jaminan hidup kekal (Roma 10:9-10). Namun kita tidak boleh sekedar percaya lalu tidak berbuat apa-apa. Justru orang yang mengaku menjadi murid Tuhan, harus menjadi berkat bagi sesama, sebab kita adalah terang dan garam dunia (Matius 5:13-14). Kita dipanggil untuk melakukan yang baik bagi orang lain sehingga mereka dapat mengenal dan memuliakan Tuhan (Matius 5:16).

Sahabat, setiap hari pasti ada kesempatan yang Tuhan buka untuk kita melakukan hal baik bagi orang lain. Entahkah itu di lingkungan sekitar, di tempat kerja, di manapun kita berada. Marilah kita peka dan siap untuk mengulurkan tangan dan menjadi berkat. Ada banyak orang yang sedang membutuhkan Tuhan. Mungkin mereka sedang bersedih, sedang dalam pergumulan, masalah, tekanan hidup, kekurangan, dan sebagainya. Di saat-saat seperti itu, kehadiran seorang yang mau berada di samping mereka dan mendukung mereka sangat diperlukan. Dan orang yang dinantikan oleh mereka itu adalah Anda.

Mari kita menaruh dalam hati kita sebuah komitmen untuk menjadi berkat bagi sesama. Percayalah bahwa apa yang kita lakukan bagi orang lain, sebenarnya kita telah melakukannya untuk Tuhan. Dengan demikian, kita merepresentasikan kasih Tuhan bagi orang-orang di sekitar kita.

Saudara diberkati dengan renungan ini? Mari bagikan kepada orang lain agar mereka juga diberkati.

 

Renungan ini dibuat oleh Dwi Agus Priono.

Ikuti Kami