Biar Rumah Tangga Adem Ayem, Suami Istri Wajib Banget Bicarain 5 Perihal Keuangan Ini

Finance / 8 March 2022

Kalangan Sendiri

Biar Rumah Tangga Adem Ayem, Suami Istri Wajib Banget Bicarain 5 Perihal Keuangan Ini

Claudia Jessica Official Writer
1515

Uang adalah salah satu alasan dari banyaknya pertengkaran rumah tangga yang terjadi di berbagai dunia. Namun, selama Anda dan pasangan Anda memiliki tujuan yang sama, pembicaraan ini bisa menjadi topik yang membuat Anda dan pasangan menjadi lebih dekat sekaligus memberikan Anda misi yang lebih kuat untuk pernikahan Anda.

Alkitab memerintahkan kita untuk sepikir, memelihara kasih, bersatu dalam roh, dan berjalan pada tujuan yang sama (Filipi 2:2). Ketika Anda dan pasangan memiliki pikiran yang sama (dalam hal ini khususnya tentang prioritas keuangan), menunjukkan cinta satu sama lain, bersatu dalam semangat, dan berjalan kepada tujuan yang sama, Anda tidak hanya bisa maju secara finansial tetapi juga membawa keadaan finansial Anda berada di bawah payung berkat Tuhan serta mengurangi potensi akan perselisihan dan ketegangan dalam pernikahan Anda.

Finansial pernikahan bukan tentang berapa banyak uang yang kita miliki, melainkan seberapa besar kita menghormati dan mempercayai Tuhan dengan apa yang Dia berikan kepada kita. Firman Tuhan berkata, “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan,” (Maleakhi 3:10).

Tuhan menyediakan bagi mereka yang menghormati-Nya dengan keuangan mereka, meskipun tampak tidak bertambah di atas kertas.

Berikut adalah 5 perihal yang bisa Anda bicarakan bersama suami atau istri Anda mengenai keuangan:

1. Apa tujuan jangka panjang kita?

Memiliki tujuan keuangan jangka panjang sebagai pasangan sangat penting sehingga Anda dan pasangan tahu ke mana tujuan Anda dan dapat memulai strategi untuk mencapainya. Apakah Anda sedang terlilit hutang atau hanya memiliki sedikit uang, memiliki tujuan jangka panjang yang Anda inginkan dalam 10-20 tahun adalah hal yang bermanfaat.

Bahkan jika Anda tidak memiliki masalah uang saat ini, memiliki rencana jangka panjang akan memastikan bahwa Anda mengelola dengan bijak apa yang Anda miliki sehingga Anda tidak berakhir dengan penyesalan di kemudian hari.

Anda bisa memulai percakapan dengan bertanya, “Dimana kamu ingin tinggal?” atau “Pada usia berapa kamu ingin pensiun?” dan masih banyak lagi pertanyaan yang bisa Anda ajukan.

Setelah berbagi impian Anda satu sama lain, buatlah tujuan jangka panjang Anda agar Anda berdua memiliki sesuatu yang dinanti-nantikan.

 

BACA JUGA: Memperingati Hari Perempuan, Ini Lho Perhatian yang Bisa Suami Berikan Kepada Istri

 

2. Apa tujuan jangka pendek kita?

Setelah Anda memiliki satu atau dua tujuan jangka panjang, pecahkan menjadi beberapa bagian, sehingga impian Anda lebih mudah dikelola dan lebih mungkin untuk terjadi. Tujuan jangka pendek menetapkan strategi yang pada akhirnya membuat tujuan jangka panjang Anda menjadi kenyataan.

Tanya satu sama lain di mana Anda ingin menjadi satu tahun dari sekarang atau bahkan lima tahun dari sekarang. Atau mungkin Anda ingin terbebas dari beberapa hutang? Mulailah dengan melunasi hutang terkecil lebih dahulu untuk mengkonsolidasikan pembayaran Anda dan mulai cicil hutang yang lebih besar.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA -->

3. Bagaimana kita memuliakan Tuhan dengan keuangan kita?

Ini adalah pertanyaan besar karena mempengaruhi semua pertanyan lain dalam berbagai cara. Prinsip-prinsip yang jelas dalam Firman Tuhan, jika Anda menghormati Tuhan sebagai yang utama, Dia akan menghormati Anda juga. Anda mungkin berpikir bahwa Anda tidak memiliki cukup uang untuk memberikan persepuluhan (sepersepuluh dari penghasilan), namun Anda tidak perlu khawatir karena Tuhan memelihara anak-anak-Nya dan kamu tidak akan berkekurangan.

Persepuluhan adalah perintah Perjanjian Lama yang ditetapkan untuk orang Israel di bawah Hukum Musa, Anda dapat membawa prinsip tersebut ke dalam Perjanjian Baru di mana kita hidup sebagai titik awal untuk menghormati Tuhan dengan apa yang Anda miliki.

Saat kita menganggap semua yang kita miliki sebagai milik Tuhan dan kita hanyalah penjaga harta milik Guru kita, Tuhan memelihara orang yang murah hati. Memberi dengan murah hati dan dengan iman bahwa Tuhan akan menghormatinya, dan Dia akan dengan murah hati memberkati, secara finansial dan sebaliknya.

Lukas 6:38, 2 Korintus 9:7.

 

BACA JUGA: Supaya Ga Berantem Sama Pasangan Gara-gara Uang, Kamu Bisa Coba 3 Trik Ini

 

4. Kemana sebagian besar uang yang kita habiskan selama ini?

Lihatlah buku tabungan atau rekening online Anda. Perhatikan kemana perginya sebagian besar uang Anda, itulah yang menunjukkan di mana hatimu berada (Mat. 6: 21). Ini adalah cara terbaik untuk melihat prioritas yang Anda tetapkan dan berikan sebagai contoh kepada anak atau cucu atau orang lain yang dekat dengan Anda.

Apakah Tuhan yang paling penting? Apakah keluarga lebih penting daripada pekerjaan? Apakah barang atau status adalah hal yang penting?

Hal ini layak untuk dilihat dan didiskusikan dengan baik-baik. Ini juga akan membantu Anda tetap berada pada tujuan jangka panjang dan jangka pendek Anda sekaligus memastikan apakah Anda benar menghormati Tuhan dengan uang yang terlah Dia berikan kepada Anda.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA -->

5. Bagaimana dan dimana kita dapat memberi agar kehidupan orang lain terpengaruh?

Sebagian dari kita bisa berubah menjadi egois seketika saat uang kita adalah tentang kita. Tetapi kita bisa mengalami banyak sukacita dan belajar untuk tidak mementingkan diri sendiri ketika kita memberi untuk membantu kebutuhan orang lain, membantu menjadi jawaban doa bagi orang lain, menjadi saluran Tuhan bagi orang lain.

Ada banyak cara untuk memberi secara aktif. Sama seperti portofolio keuangan yang memiliki dana yang terdiversifikasi, Anda mungkin ingin berpikir dalam hal pemberian yang beragam ketika datang ke kerajaan Allah. Diskusikan bersama pasangan bagaimana Anda dapat memberi kepada gereja lokal Anda, memberitakan Injil dan mendidik orang lain melalui organisasi Kristen seperti Cahaya Bagi Negeri atau organisasi lainnya, memberikan bensin atau sembako kepada tetangga Anda yang baru saja kehilangan pekerjaan, dan masih banyak lagi.

Memberi secara aktif adalah menempatkan uang di tangan orang lain sekalipun jika Anda tidak mendapatkan potongan pajak akhir tahun untuk itu. Hal ini melatih Anda untuk membuka mata untuk mengetahui kebutuhan yang ada di sekitar Anda, dan membuka telingan untuk mendengar bisikkan Tuhan kepada Anda, serta menjadi taat dengan memberi dan melihat apa yang Tuhan lakukan dengan semuanya itu.

Akan sangat menarik lagi apabila tidak ada seorang pun (kecuali Tuhan) yang tahu bahwa uang itu berasal dari Anda.

Sumber : crosswalk.com
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami