Patung ‘Binatang Buas’ Akhir Zaman yang Dipasang PBB di Gedungnya Kini Tak Lagi Terlihat

News / 6 January 2022

Kalangan Sendiri

Patung ‘Binatang Buas’ Akhir Zaman yang Dipasang PBB di Gedungnya Kini Tak Lagi Terlihat

Lori Official Writer
4855

Beberapa minggu setelah dipajang di gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Visitor Plaza pada bulan November 2021, patung binatang buas yang tampil menyerupai nubuatan akhir zaman di kitab Wahyu tak lagi terlihat.

Rupanya patung binatang yang memiliki empat rupa tersebut sudah diturunkan pasca protes besar-besaran yang terjadi. Terkait hal ini juru bicara PBB Stephane Dujarric mengakui bahwa pemasangan patung itu sebenarnya hanya bersifat sementara, namun karena banyaknya protes akhirnya harus diturunkan sebelum waktunya.

“Patung yang Anda maksud adalah pameran sementara yang diselenggarakan oleh Misi Permanen Meksiko untuk PBB. Diturunkan, seperti yang dijadwalkan dan dipastikan pada 20 Desember,” kata Dujarric. 

 

Baca Juga: 2 Dari Sekian Tanda Ini Menunjukkan Bahwa Akhir Zaman Sedang Dimulai!

 

Sementara protes ini dipelopori oleh kaum Kristen konservatif Amerika Serikat. Mereka menilai patung karya seniman Jacobo & Maria Angeles itu mirip dengan binatang buas yang disampaikan oleh Yohanes dalam kitab Wahyu di Perjanjian Baru dan Daniel di Perjanjian Lama.

Daniel 7: 3-4 menggambarkan binatang dengan tubuh singa dan sayap elang. “…empat binatang besar naik dari dalam laut, yang satu berbeda dengan yang lain. Yang pertama rupanya seperti seekor singa, dan mempunyai sayap burung rajawali; aku terus melihatnya sampai sayapnya tercabut dan ia terangkat dari tanah dan ditegakkan pada dua kaki seperti manusia, dan kepadanya diberikan hati manusia.” - Daniel 7: 3-4

Kemudian di Wahyu 13: 2, binatang ini tampak seperti macan tutul, berkaki beruang dan bentuk mulut menyerupai singa. 

“Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar. Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu. Dan mereka menyembah naga itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Dan mereka menyembah binatang itu, sambil berkata: "Siapakah yang sama seperti binatang ini? Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?"” - Wahyu 13: 2-4

Melalui kedua ayat ini, kaum Kristen konservatif menilai jika patung tersebut mengarah kepada otoritas iblis di akhir zaman. Hal itu juga dikaitkan dengan 1 Tesalonika 5: 3 yang berisi nubuatan akhir zaman dimana penguasa akan menawarkan kedamaian dan keamanan yang semu.

 

Baca Juga:

Banyak Keturunan Yahudi Kembali ke Israel, Benarkah Ini Tanda Penggenapan Nubuatan Alkitab

Tertulis Di Kitab Wahyu, Benarkah Gerhana Bulan Baru-baru Ini Pertanda Akhir Zaman?

 

Beragam komentar terkait patung ini membanjiri media sosial.

“Ini adalah patung yang dipilih PBB untuk mewakili perdamaian dan keamanan Internasional. Apakah ini memberi Anda perasaan damai atau aman ketika melihatnya? Saya tidak merasa damai,” tulis seorang netizen di Twitter.

Sementara yang lainnya menuding PBB telah sengaja memasang patung tersebut dan berpikir tidak akan ditanggapi oleh masyarakat.

“Apakah mereka benar-benar berpikir bahwa mereka bisa memasang (patung) ini tanpa ada yang memperhatikan?” ungkap Michael Snyder, penulis di The Economic Collapse.

Sementara itu diketahui bahwa sebelumnya patung tersebut dipajang bersama dengan patung naga setinggi 11 kaki di Rockefeller Center sejak 22 Oktober hingga 2 November 2021 silam untuk acara peringatan Perayaan Hari Kematian.

Apakah keberadaan patung ini benar-benar berkaitan dengan nubuatan akhir zaman seperti tertulis di dalam Alkitab? Atau apakah ini hanya sekadar kebetulan belaka? Belum ada yang bisa memastikan hal tersebut. Yang pastinya kita percaya bahwa segala yang terjadi di zaman ini tidak akan luput dari kehendak dan rencana Tuhan. 

 

Sumber : CBN News | Christianpost
Halaman :
1

Ikuti Kami