Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Inta

Official Writer
486


Sebagai orang Kristen, sudah seberapa sering kita mendengarkan ajaran soal pemberian? Baik itu di gereja, orang-orang sekitar, atau renungan harian, semuanya mengacu pada sikap yang mau memberi ini.

Tokoh-tokoh dalam Alkitab pun banyak yang menjelaskan soal memberi ini. Abraham yang sudah menantikan Ishak lahir, kemudian dengan kerelaan hatinya, memberikan Ishak lewat persembahan kepada Tuhan. Ada janda yang mau memberikan makanannya kepada Nabi Elia, juga ada banyak tokoh lainnya.

Kita sepakat kalau memberi merupakan salah satu sikap yang harus dimiliki oleh orang percaya. Kita menerima ajaran pemberian tersebut dan menyetujuinnya, tetapi kadang, dalam hati, kita bertanya-tanya soal apa sih alasan Tuhan mau kita punya sikap memberi ini?

Bukankah Tuhan, pemilik semuanya ini, nggak perlu pemberikan kita? Apa yang kita miliki ini kan semuanya berasal dari Tuhan. Ada berapa banyak pertanyaan soal pemberian yang belum terjawab dalam hati kita?

Kalau saat ini kita diminta untuk memberikan sebagian harta yang dimiliki, bukankah kita akan cenderung menawar Tuhan dengan berkata, “Tuhan, kenapa Engkau nggak minta orang yang lebih punya daripadaku?”

Bagaimana pun, Tuhan selalu punya caraNya tersendiri buat menggenapi rencanaNya buat hidup kita. Dan kita percaya akan hal itu, bukan?

pemberian, atau sebuah pengorbanan, persembahan, bisa terasa seperti pil pahit yang sangat sulit untuk kita konsumsi, terutama saat kita berada dalam kondisi keuangan yang sulit. Kalau Tuhan tahu kondisi kita sulit, kenapa Tuhan pengin kita memberi lagi?

Kita berjuang untuk mencukupi pengeluaran, tetapi Tuhan mau membuat satu pos pengeluaran lain untuk dipersembahkan padaNya. Itu hal yang sangat berat, bukan? Markus 12:41-44 menceritakan soal Janda miskin yang mempersembahkan uangnya yang jumlahnya sedikit, tetapi Yesus berkata kalau pemberiannya jauh lebih banyak daripada semua orang yang memasukkan uangnya ke dalam kotak persembahan.

Saat kita bertanya-tanya soal apa yang Tuhan mau kita lakukan dalam kehidupan ini, kita akhirnya akan menyadari, bahwa Tuhan tahu yang terbaik buat kita. Tuhan bilang, kalau pikiran kita nggak seperti pikiranNya.

Yesaya 55:8-9, "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.”

Tuhan nggak perlu uang atau harta benda kita. Tuhan mau kita, dan proses dari pemberian yang kemudian memberkati dan mengubahkan kita. Sehingga, nama Tuhan dimuliakan. Berikut beberapa hal yang perlu kita ketahui soal memberi.

Sebuah pemberian bisa mengubahkan seseorang

Saat kita memberi, itu artinya kita sedang mengikuti perintah Tuhan dan melakukan sesuatu yang sama sekali nggak nyaman, tapi juga membuat kita bertumbuh dan mengikuti panggilan Tuhan.

Abraham mau mempersembahkan Ishak saat Tuhan memintanya, padahal kita tahu sendiri, bahwa Ishak merupakan satu-satunya anak Abraham, yang ia nanti-nantikan, tetapi dibalik rasa tidak nyaman dan sulitnya persembahan itu, kita percaya kalau ini merupakan cara Tuhan mempersiapkan Abraham sebagai bapak orang percaya.

Tuhan bisa melakukan karyanya lewat orang-orang yang bijaksana, suka memberi, dan dewasa secara spiritual sebab ia tidak peduli terhadap apa yang dunia pandang tentangnya. Uang dan barang-barang kita bisa hilang kapan saja. Dan kita juga, bisa mengalami keterpurukan saat uang dan barang itu hilang dari kita.

Tuhan mau kita menghargai nilai kita bukan dari seberapa yang kita miliki. Tuhan mau kita menyadari seberapa berharganya nilai kita di mata Tuhan, sebab kita telah menempatkan Tuhan di dalam kehidupan kita.

Matius 6:19-21, "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada."

Tuhan mau hati kita dipenuhi oleh RohNya, sehingga kita bisa melihat segala sesuatu melalui kacamata Tuhan. Inilah saatnya kita belajar untuk fokus pada kekekalan yang jauh lebih penting, jauh lebih berharga dibandingkan semua harta yang ada di dunia ini.

Rasul Paulus mengingatkan kita pada 2 Korintus 4:18, "Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal."

Dengan mata yang terbuka pada apa yang akan Tuhan lakukan dalam kehidupan kita, dimana semua itu adalah baik, kita bisa melangkah lewat iman, mengikuti perintahnya untuk memberi, dan menyerahkan sisanya kepada Tuhan, terlepas dari ketidakpastian yang ada di dunia ini.

Sumber : crosswalk/jawaban

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Dokam 20 October 2019 - 19:42:41

Apakah benar surga kecil itu ada di telapak kaki i.. more..

0 Answer

isooy channel 19 October 2019 - 15:40:46

apa perbedaan join di ownerkedasbeauty sama di pro.. more..

0 Answer

Brigitta 19 October 2019 - 15:02:43

Apakah umat Kristen ada mandi wajib

0 Answer


Berkat Melimpah 8 October 2019 - 05:08:21
Tolong doakan supaya Tuhan beri jalan / pekerjaan ... more..

Cristian Sipahutar 1 October 2019 - 12:41:13
Perkenalkan nama saya Cristian Sipahutar, saya sdh... more..

nafty louise 21 September 2019 - 21:18:28
Selamat malam, nama saya nafty saat ini saya mohon... more..

Merry Sine 28 August 2019 - 14:42:33
Salom sahabat.. peekenalkan saya merry

Banner Mitra Oktober Week 3


7270

Banner Mitra Oktober Week 3