Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
1181


Sebagian orangtua memilih untuk mendisiplinkan anak saat kedapatan melakukan kesalahan. Kebanyakan cara disiplin ini dilakukan dengan menyuruh anak berdiri dipojokan tanpa melakukan apa-apa dalam beberapa waktu lamanya.

Walaupun rasanya sedikit kejam, tapi ada saja anak yang malah gak peduli dengan hukuman yang mereka terima. Sikap gak peduli ini bisa muncul karena sudah terbiasa atau merasa kalau hukumannya gampang kog. Dan setelah lepas dari hukuman, anak bahkan gak merasa jera melakukan kesalahannya lagi.

Parahnya, anak bisa saja gak berhenti merespon selama dihukum. Mereka bukannya menunjukkan wajah menyesal, malah mengumpat atau mengata-ngatai ibu atau ayahnya dengan kata-kata yang jahat.

Ada banyak orangtua muda yang mungkin mengalami masalah yang sama, khususnya saat menghadapi anak laki-laki yang terbilang cukup aktif. Saat sifat keras kepala anak muncul, orangtua bisa jadi frustrasi dan membalas anak dengan hukuman yang lebih berat karena marah atau dendam dan terlalu keras.

Menurut seorang pakar analis perilaku bersertifikat Christi Campbell, membuat seorang anak menyesal karena hukuman yang keras sama sekali tidak membantunya untuk jadi anak yang baik.

“Saat seorang anak tampaknya tak peduli dengan disiplin (hukuman), itu artinya ada ketidaksesuaian antara alasan anak itu dihukum dan hukuman yang diberikan. Seringkali, orangtua berpikir bahwa mengisolasi anak di kamarnya akan berhasil. Tapi ada kalanya menghukum anak dengan mengurungnya di kamar hanya berfungsi sebagai alternatif orangtua untuk menghindari kekacauan di rumah, itu sama sekali bukanlah hukuman,” kata Campbell.

Baca Juga:

Di Lukas 14: 26, Yesus Ajarkan Anak Benci Ayah dan Ibunya, Kenapa Dia Melakukannya?

Menurut Studi, Inilah Waktu yang Tepat Buat Hamil Lagi Setelah Alami Keguguran

Akan lebih baik bagi orangtua untuk menemukan bentuk hukuman yang tepat bagi anak. Misalnya, mencari tahu kenapa anak berperilaku tidak pantas membantu menghindarinya mengulangi hal yang sama di waktu yang akan datang.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan orangtua untuk mendisiplinkan anak yang melawan saat dihukum.

1. Cobalah menerapkan cara hukuman yang berbeda. Hal ini bisa jadi langkah evaluasi bagi orangtua dari cara hukuman anak yang sebelumnya gak berhasil.

2. Perjelas apa yang diharapkan orangtua dari anak. Beri anak kesempatan untuk memahami bahwa orangtua punya harapan lewat mereka.

3. Terapkan konsekuensi alami. Pertimbangkan untuk melakukan tiga hal ini yaitu pertama, Sebab-Akibat dengan menegaskan kalau anak harus memperbaiki kekacauan yang dia lakukan sendiri. Kedua, rasa hormat kepada anak dengan tetap menghukum sembari membantu anak untuk lepas dari penyesalannya. Dengan cara inilah orangtua bisa membantu anak untuk tumbuh jadi pribadi yang bertanggung jawab atas pilihannya dan juga merasa dikasihi oleh orangtuanya. Hukuman yang ketiga adalah bersifat masuk akal. Dalam artian, hukuman yang dijatuhkan kepada anak haruslah bersifat masuk akal. Kalau anak berusia 3 tahun menumpahka susu di lantai, jangan berharap dia akan membersihkan lantai dengan mengepelnya sendiri. Tentu saja anak diusia itu belum bisa melakukan hal itu sendirian. Sebaliknya, terapkanlah hukuman dengan membantunya untuk membersihkan tumpahan susu. Misalnya, dengan mengajarkan dia cara untuk membersihkan lantai dengan sehelai kain lap.

4. Berikan pujian kepada anak. Kenapa hal ini penting, karena memuji anak saat melakukan tindakan yang baik akan membuatnya termotivasi untuk jadi anak yang manis dan baik hati.

“Hukuman harus terkait dengan apa yang dilakukan anak dan kenapa mereka melakukannya. Apakah anak tidak membersihkan kamarnya? Mungkin anak bisa membersihkan kamar dan ruang tamu minggu depan. Apakah mereka pulang terlambat tanpa menelepon?,” terang Campbell.

Dia menjelaskan bahwa anak akan menyesali perbuatan salahnya kalau orangtua mau mencoba langkah disiplin yang baru dan yang bersifat tidak menekan anak. “Memukul mereka terlalu kerasa tidak akan membantu untuk melepaskan amarahmu. Itu hanya akan merusak mentalitas anak dan seluruh keluarga,” pungkas Campbell.

Tentu saja ada banyak orangtua yang gak paham soal cara terbaik untuk mendisiplinkan anak. Apalagi saat menghadapi anak yang mulai kebal dengan hukuman serupa setiap hari. Untuk tetap waras, orangtua perlu mengambil waktu tenang sementara waktu sebelum menerapkan hukuman kepada anak.

Sumber : Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Ety loe 13 November 2019 - 09:33:33

Bagaimana cara saya keluar dari utang yang banyak?.. more..

0 Answer

yeni farida 12 November 2019 - 18:02:54

Apa bisa bantu saya

1 Answer

Farhan nuzul 11 November 2019 - 21:37:46

Pada percobaan tersebut digunakan 2 tanaman yang t.. more..

0 Answer


surya 10 November 2019 - 18:37:53
Hi teman teman JC, nama saya surya, saya mengalami... more..

marisca benedicta 9 November 2019 - 10:23:48
tolong bantu doa, agar saya terlepas dri jeratan h... more..

Joice Merry 6 November 2019 - 13:22:01
Mohon topangan doa agar Supaya tidak khawatir akan... more..

Aneke Ane 5 November 2019 - 05:23:34
Saya ane. Saat ini saya merasa berada dititik ter... more..

Banner Mitra November Week 2


7272

Banner Mitra November Week 2