Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
613


Kabar sederet pemimpin Kristen yang tinggalkan imannya baru-baru ini telah dianggap sebagai momen dimana orang Kristen harus kembali memeriksa kembali hatinya.

Hal inipun disampaikan oleh penyanyi dan penulis lagu Kristen Ellie Holcomb. Menurutnya, berita mengejutkan soal pemimpin Kristen yang meninggalkan Yesus jadi momen bagi orang Kristen untuk memeriksa kembali hati mereka dan berdoa untuk belas kasihan kepada orang-orang tersebut, daripada harus menghakiminya.

“Mudah sekali untuk menghakimi, tapi cara yang terbaik untuk meresponinya adalah dengan berlutut dan berdoa serta memohon belas kasihan Tuhan. Karena kita semua membutuhkannya. Situasi-situasi ini hendaknya membangkitkan dalam diri kita dorongan untuk berdoa dan kemudian juga bertobat dari segala tingkah laku kita. Semua kita manusia dan rusak,” katanya.

Ellie juga menyampaikan bahwa semua orang berjuang dan kadang gagal dari jerat dosa. Tapi tak ada yang orang yang terlalu berdosa untuk kembali dijangkau oleh injil.

“Kita harus menerapkan ini kepada diri kita sendiri dan memeriksa hati kita. Kita harus memiliki roh ucapan syukur bahwa rahmat Tuhan lebih dari itu,” katanya.

Sebagai penyanyi papan atas dan mantan anggota grup band Drew Holcomb & Neighbours, yang digawangi oleh suaminya Drew, Ellie menyampaikan bahwa bergelut di dunia musik bisa saja mendorong seseorang untuk menyombongkan diri.

“Gaya hidup berada di atas panggung dan di dalam aquarium yang dipajang bersama orang yang memandang kepadamu. Banyak rintangan dan perjuangan menarik yang mengikuti hal itu. Hati tidak dibangun untuk keangkuhan. Aku pikir ada baiknya kita berhenti dan mendengarkan Tuhan berkata, “Jangan melihat ke kanan atau ke kiri. Fokuskan matamu padaKu. Engkau melihatKu dan engkau akan baik-baik saja”” jelas Ellie.

Dia juga mengingatkan orang Kristen untuk berhenti mengidolakan para pemimpin gereja.

“Hati kita dibuat untuk menyembah Dia yang menciptakan kita, tapi kita sering salah menaruhnya aku mau mendorong semua orang untuk tidak menempatkan orang-orang menjadi sorotan, untuk memastikan bahwa yang mereka sembah hanyalah Dia,” terangnya.

Ellie mendorong semua gereja memiliki transparansi, dimana gereja harus jadi tempat yang aman untuk mengeksplorasi keraguan dan pertanyaan soal iman. Gereja, menurutnya, harus jadi rumah sakit dan bukan museum.

“Kadang gereja jadi tempat dimana kamu melihat orang lain yang begitu setia dan memakai karunia mereka, dan sebenarnya hal itu dimaksudkan sebagai tempat dimana kita diremukkan dan menjadi rapuh dalam pelukan Kristus yang indah,” ucapnya.

Selain itu, dia berharap gereja bisa jadi tempat dimana semua orang percaya tahu soal realita penderitaan, keraguan dan rasa sakit (menjadi pengikut Kristus).  Di Alkita,b, Daud sendiri adalah sosok yang menghadapi keraguan dan banyak pertanyaan soal Tuhan. Tapi dia mengarahkan kebimbangannya kepada Tuhan saja. Sementara di kitab Yesaya dituliskan bahwa Yesus sendiri, sebagai anak Allah juga turut mengalami penderitaan dan memilih untuk melaluinya saat diperhadapkan dengan kematian.

“Kita perlu mendengar dari mimbar bahwa tak apa-apa jika kita memang sedang tidak baik. Aku sering berpikir bahwa semua yang disajikan di dalam khotbah dan musik penyembahan adalah soal Tuhan yang baik dan penuh kasih. Dan itu semua baik dan bagus, tapi itu bukan injil sepenuhnya,” jelasnya.

Tuhan, katanya, rentan dengan rasa sakit. Dia bahkan tahu kesedihan dan penderitaan umat-Nya. Karena itulah, setiap orang perlu datang kepada-Nya. Tak ada alasan bagi orang Kristen untuk menghindar dari kesulitan dan rasa sakit. Karena hal itu hanya akan membuat kita menjadi orang yang hidup haya untuk hari dimana Yesus bangkit dan lupa dengan proses mengikut Dia.

“Anda benar-benar kehilangan kekuatan dari kisah injil. Secara budaya, kita jadi sulit untuk rentan dan berbagi kelemahan kita, namun sebenarnya menjadi rentan sangat penting bagi orang Kristen,” pungkasnya.

Seperti  diketahui, saat ini Ellie bukan hanya sibuk membuat album terbarunya. Namun ibu dari tiga anak ini juga sibuk mengajar anak-anak soal injil dengan mengerjakan sebuah buku dan juga lagu khusus buat anak-anak.

Di menekankan bahwa apapun yang dia lakukan baik di industry musik dan melayani dunia anak-anak, semata-mata untuk membangun jembatan dimana Tuhan akan bekerja di dalam hidup orang lain. Sehingga tak terbersit sedikitpun dibenaknya untuk mencari keuntungan sendiri dari apa yang dia lakukan.

“Aku tak terlalu peduli tentang berapa banyak catatan yang aku jual, atau apapun. Tapi setiap kali seseorang mendengarkan musikku, bagian yang menarik bagiku adalah tahu bahwa Tuhan akan memberikan firman-Nya kepada setiap orang yang mendengarnya. Menulis dan menyanyikan lagu-lagu yang didasarkan pada firman Tuhan itulah yang aku lakukan,” ucapnya.

Sumber : Christianpost.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Dimas Diang 16 September 2019 - 13:44:33

Bagian excelnyang berisi alamat suatu sel

0 Answer

Armin Maulana 15 September 2019 - 18:57:54

Sebuah kapasitor keping sejajar diudara mempunyai .. more..

0 Answer

marsel sihombing 14 September 2019 - 20:37:08

perkataan kotor

0 Answer


Merry Sine 28 August 2019 - 14:42:33
Salom sahabat.. peekenalkan saya merry

The Kicker Ellex 26 August 2019 - 18:40:31
Salam sejahtera para sahabat... Perkenalkan, nama ... more..

Suhidi Yosua 2 August 2019 - 00:01:16
Shalom, Nama saya Suhidi Yosua, 30thn. Saya butuh ... more..

andrew 1 August 2019 - 02:12:17
saya Andrew 21thn saya mau meminta suport dan duku... more..

Banner Mitra September week 3


7271

Banner Mitra September week 3