Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
410


Sebuah penelitian baru menemukan rentan usia yang mudah dan tidak mudah terpapar berita berita negatif atau palsu.

Seperti dilaporkan, orang dewasa yang lebih tua (antara 50-70 tahun) rupanya jauh lebih sulit termakan berita negatif dibandingkan dengan orang-orang dewasa yang lebih muda (30-45). Daripada termakan berita negatif, orang-orang berusia lebih tua ini memilih untuk menerima informasi positif saja.

Penelitian yang dilakukan oleh University of Southern California (USC) ini menemukan bahwa kebanyakan orang dewasa tua sudah lebih matang secara pemikiran sehingga mereka gak mudah terpancing emosi dan respon negatif.

Hasil studi ini ditemukan lewat empat uji coba untuk mencari tahu bagaimana para dewasa muda dan tua ini meresponi informasi yang emosional.  Hasilnya adalah bahwa para dewasa muda menunjukkan respon yang berbeda. Jika dewasa muda justru merespon dengan emosi, maka para dewasa tua justru lebih menyikapi informasi positif dan tak begitu terganggu dengan informasi negatif atau bahkan hoax.

“Yang membuat temuan baru kami mengejutkan adalah bahwa kami menemukan bukti positif di tingkat awal,” kata penulis penelitian Briana Kennedy, seorang sarjana postdoctoral di Emotion & Cognition Lab di USC Leonard Davis School of Gerontology.

Dia menjelaskan, mereka yang berada di usia dewasa tua tampaknya memandang dunia dengan filter yang tak terlalu peduli dengan informasi negatif. Sementara dewasa muda cenderung lebih memikirkan dan merenungkan apa yang mereka lihat dan dengar.

Hasil Penelitian Awal

Di penelitian awal, para peserta menjalani survey dengan mengidentifikasi gambar positif dan negatif yang ditunjukkan dengan cepat dan memutar. Gambar positif yang dipasang berisi bayi atau pasangan bahagia. Sementara gambar negatif berisi situasi yang mengganggu dan mengancam seperti seorang pria dengan sebuah pisau mendekati seorang wanita.

Baca Juga:

Berbohong Bukan Hanya Bikin Cemas, Dampaknya Bisa Lebih Parah Loh!

Mengenal Akar Bajakah dan Khasiatnya, Obat Kanker yang Ditemukan Siswa SMA Kalimantan

Meskipun kelompok dewasa muda dan dewasa tua sama-sama kurang bisa menebak gambar yang sebenarnya. Tapi para mereka ditemukan memiliki respon yang berbeda. Dimana kelompok dewasa tua justru lebih menaruh perhatian kepada gambar positif dan kelompok dewasa muda malah terganggu dengan gambar negatif.

“Yang menarik dari efek ini adalah seberapa cepat gambar itu ditunjukkan, hanya ratusan milidetik saja. Hal ini memungkinkan kita untuk mengukur tingkat kesadaran awal dan melihat bagaimana sesuatu yang emosional bisa mengganggu persepsi dan kesadaran kita akan hal-hal yang muncul,” katanya.

Dalam sebuah studi yang melibatkan emosi, perhatian dan memori, kelompok dewasa tua melihat dan mengingat gambar positif dengan lebih baik dibanding gambar negatif.

“Para dewasa tua tak benar-benar punya waktu untuk merenung dan berpikir terlalu banyak tentang sesuatu yang positif atau negatif saat mereka berkedip begitu cepat di layar,” kata Kennedy.

Dia menjelaskan, kelompok yang lebih tua ini memang punya filter aktif saat melihat sesuatu. Mereka pun memusatkannya pada hal-hal positif.

Dari hasil penelitian ini, Kennedy menyimpulkan bahwa studi ini bisa berguna dalam hal pembuatan iklan. Suatu iklan bisa dibuat sedemikian rupa sesuai dengan target yang ingin disasar. Kalau misalnya ikaln ingin menyasar kelompok dewasa tua, itu artinya iklan harus bersifat positif. Sebaliknya, jika menyasar dewasa muda, berarti iklan harus dibuat dengan konten negatif. Karena dewasa muda jauh lebih emosional dalam menyikapi hal-hal yang negatif.

“Dengan memahami cara orang dewasa mengubah prioritas emosi mereka, kita bisa lebih memahami cara kerja otak, terutama dalam menarik perhatian kita, ternyata berubah seiring bertambahnya usia,” pungkas Kennedy.

Kita tentu saja belum pernah tahu soal hal ini sebelumnya. Dan dengan informasi ini, kita bisa belajar bahwa dewasa muda memang rentan terpapar informasi negatif karena mereka begitu mengandalkan emosi. Sementara dewasa tua justru melakukan hal sebaliknya. Jadi kita bisa belajar bahwa direntang usia berapapun kita, harusnya kita bisa lebih mengontrol emosi dan menyikapi setiap hal yang kita lihat dan dengar dengan bijak. 

Sumber : Sciencedaily.com | Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Dimas Diang 16 September 2019 - 13:44:33

Bagian excelnyang berisi alamat suatu sel

0 Answer

Armin Maulana 15 September 2019 - 18:57:54

Sebuah kapasitor keping sejajar diudara mempunyai .. more..

0 Answer

marsel sihombing 14 September 2019 - 20:37:08

perkataan kotor

0 Answer


Merry Sine 28 August 2019 - 14:42:33
Salom sahabat.. peekenalkan saya merry

The Kicker Ellex 26 August 2019 - 18:40:31
Salam sejahtera para sahabat... Perkenalkan, nama ... more..

Suhidi Yosua 2 August 2019 - 00:01:16
Shalom, Nama saya Suhidi Yosua, 30thn. Saya butuh ... more..

andrew 1 August 2019 - 02:12:17
saya Andrew 21thn saya mau meminta suport dan duku... more..

Banner Mitra September week 3


7271

advertise with us