Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Naomii Simbolon

Official Writer
144


Tampaknya semakin hari, semakin kesini Indonesia semakin serius dalam memerangi teroris sebagai pemecah perdamaian dan kemananan masyarakat.

Itu sebabnya, Polri atau Kepolisian RI saat ini sedang berkomunikasi dan kerja sama secara intens dengan para polisi di sejumlah negara untuk menangkap para teroris dan jaringannya.

Dede Prasetyo yang adalah Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir mengatakan bahwa kerja sama ini dilakukan untuk menangkap para tersangka terorisme yang sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) di luar negeri.

Diketahui, para tersangka teroris bersembunyi di zona abu-abu daerah Afghanistan.

"Saat ini Densus lagi intens komunikasi dengan antiteror dari Filipina, Afganistan, Malaysia dan berkoordinasi dengan interpol melalui hubungan internasional," kata Dedi, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (29/7).

Tidak hanya itu, Dedi juga mengtakan bahwa kerja sama dengan aparat dari sejumlah negara ini bertujuan untuk mengejar dan menangkap para tersangka teroris yang berasal dari jaringan Jamaah Islamiah (JI) dan Jamaah Ansharut Daullah (JAD) yang terkoneksi kepada ISIS.

Dedi juga menambahkan bahwa Polri sudah berhasil mendeteksi adanya tersangka terorisme jaringan JAD di salah satu kota Afganistan.

"DPO yang dari WNI diduga masih berada di Khurasan," ujar Dedi.

Sebelumnya polisi sempat membeberkan aliran dana ke kelompok teroris JAD di Indonesia yang diperoleh dari Saefulah alias Daniel Chaniago, seorang penjaga perpustakaan di Ponpes Ibnu Mas'ud, Bogor, Jawa Barat.

Saat ini Saefullah diyakini berada di Khurasan, Afghanistan dan tengah dalam pengejaran Densus 88 Antiteror. Saefullah diketahui menerima uang dari sejumlah orang di beberapa negara. Uang itu kemudian disalurkan ke JAD untuk kegiatan terorisme lewat Novendri yang ditangkap beberapa waktu lalu.

"Saudara Saefulah ini menerima beberapa aliran dana, ini aliran dana dari negara Trinidad Tobago ada tujuh kali, dari Maldives ada satu kali, Venezuela satu kali, Jerman dua kali dan Malaysia sekali," tutur Dedi di Mabes Polri, Selasa (23/7) lalu.

Dedi menyebut Saefulah telah menerima aliran dana untuk aksi teror itu sejak Maret 2016 hingga September 2017 melalui Western Union. Total dana yang diterima mencapai Rp413.169.857.

Sebagai umat Kristen, marilah kita terus berdoa untuk para pemipin di Indonesia ini, marilah kita berdoa untuk kesatuan para penegak hukum di Indonesia ini, sehingga Tuhan memberikan hikmat dan kebijaksanaan untuk menemukan para teroris sehingga bangsa ini dipenuhi keamanan dan kedamaian.

Sumber : berbagai sumber

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Frandilly Juandika 22 August 2019 - 13:59:05

ini admin aku tadi malam mimpi di dalam mimpi saya.. more..

0 Answer

Devi Panjaitan 22 August 2019 - 09:46:21

Saya sedang dilema dgn bbrpa pilihan. Pertama sy s.. more..

0 Answer

agung setiawan 21 August 2019 - 14:27:12

Sebuah mesin yang bekerja menurut daur carnot men.. more..

0 Answer


Suhidi Yosua 2 August 2019 - 00:01:16
Shalom, Nama saya Suhidi Yosua, 30thn. Saya butuh ... more..

andrew 1 August 2019 - 02:12:17
saya Andrew 21thn saya mau meminta suport dan duku... more..

Wellyanti Oktavia Selan Welly 19 May 2019 - 19:45:52
Selama 10tahun hidup berkeluarga, yang saya rinduk... more..

andre s 10 May 2019 - 15:07:50
Teman2 Mohon di Doakan saya memiliki kebiasaan kec... more..

Banner Mitra Agustus Week 3


7275

Banner Mitra Agustus Week 3