Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

vjay

Official Writer
354


Banyak orang mengatakan bahwa kematian itu misteri Ilahi, kita tidak tahu kapan, bagaimana dan alasan orang yang kita cintai dipanggil Tuhan. Ada yang karena sakit, kecelakaan bahkan tanpa alasan, tiba-tiba suami atau isteri, berpulang ke rumah Bapa di Sorga.

Duka yang dialami karena kehilangan orang terkasih adalah sebuah proses pribadi, bahkan bagi mereka yang sedang mengalami hal ini akan menganggap bahwa orang lain tidak bisa mengerti kepedihan yang ia rasakan.

Ada yang menjadi gelisah dan depresi, ada yang masih teringat kepada kenangan manis bersama, atau malah merasakan penyesalan mendalam karena teringat kepada pertengkaran yang pernah terjadi atau karena tidak sempat meminta maaf dan mengungkapkan “aku mencintaimu.”

Lalu bagaimana kita bisa move on saat pasangan hidup kita dipanggil Tuhan?

1# Terimalah kenyataan bahwa dia telah pergi

Seringkali orang yang berduka mengalami penyangkalan kerena tidak rela dengan kepergian orang terkasih. Kamu akan terus menerus teringat kepada suamimu atau istrimu. Kamu akan terbangun di tengah malam dan mendapati dia tidak lagi tidur di sisimu lagi. Kamu kemudian merasa hancur hati lagi, karena kamu masih merasa dia ada di sana.

Berduka tentu saja boleh dan bahkan kita harus mengekspresikan rasa duka kita. Namun kita juga harus menerima kenyataan bahwa dia sudah pergi.  Datanglah pada Tuhan dan ceritakan betapa sedihnya hatimu, dan bahwa kamu merindukan dia. Ijinkan kasih Tuhan membalut luka hatimu saat ini.

“Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal..” Pengkotbah 3:2a

2# Lakukan penyesuaian diri

Setelah kita bisa menerima kepergiannya, tugas selanjutnya adalah menyesuaikan diri dengan situasi yang baru. Hal ini mungkin membuatmu butuh bantuan orang lain. Sebagai contoh, pasangan yang baru saja kehilangan suami atau istrinya membutuhkan kehadiran anggota keluarganya selama beberapa hari dirumahnya untuk bisa membantunya mengurus rumah, anak-anak dan juga menemaninya.

Isteri yang biasanya kemana-mana diantar suami, sekarang mungkin harus mulai belajar mengendari motor atau mobil. Suami yang sebelumnya selalu dimasakan isteri, kini mungkin harus mulai belajar masak dan mengurus anak-anaknya.

Pelan-pelan, kamu harus melakukan penyesuaian dan terus menjalani hidupmu. Apalagi jika kamu sudah memiliki anak, buah hatimu membutuhkanmu untuk membantunya melewati masa duka ini. Ijinkan saudara, atau sahabat untuk terlibat dalam kehidupanmu. Jangan menutup diri, sebab hal itu hanya akan membuatmu tersedot dalam rasa sedih dan depresi.

Ingatlah bahwa kamu tidak menjalani kehidupan ini sendiri, Tuhan ada bersamamu, dan bahkan orang-orang disekelilingmu mengasihimu dan siap mengulurkan tangan untuk membantumu.

"Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah." ~ 2 Korinstus 1:3-4

3# Bangun hubungan yang semakin dekat dengan Allah, kamu bisa mengandalkan Dia

Masa-masa kamu sendiri adalah waktu tepat untuk membangun hubungan yang semakin dekat dengan Tuhan. Pemazmur menuliskan, “Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.” (Mazmur 62:2).

Jika kekuatiran akan masa depan menyerang, rasa sepi mencekam dan kesedihan mendera, mendekatlah kepada Bapamu. Dialah kota perlindungan, dan juga penyedia bagi segala kebutuhan hidupmu.

Bangunlah waktu-waktu khusus untuk berdoa, memuji dan menyembah Tuhan. Mulailah rutin menggali kebenaran firman Tuhan, ijinkan Dia bicara kepadamu tentang isi hati-Nya dan kehendak-Nya di dalam hidupmu.

Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal. ~ Yesaya 26:4

Mereka yang telah pulang ke rumah Bapa, memiliki tempat yang khusus di hati kita, dan ruang istimewa itu tidak bisa digantikan oleh orang lain. Kita akan selalu merindukannya. Namun bersama berjalannya waktu, dan dengan kasih karunia Tuhan, maka kesedihan dan rasa sakit itu akan berkurang dan tak lagi terasa berat.

Jadi, hari ini, ijinkan Tuhan memulihkan hidupmu. Yang pergi tak bisa kembali lagi, jadi kita harus terus berjalan maju bersama Tuhan. Teruslah melangkah, dan jalani kehidupanmu dengan sesuatu yang berarti sambil mengenang dia sesekali.

Jika kamu mengalami pergumulan serupa dengan artikel di atas serta butuh bantuan dan dukungan doa, yuk hubungi SAHABAT24 di SMS/WA  atau telp di 1-500-224  dan 0811 9914 240  bisa juga email ke [email protected]  atau lewat  Live Chat dengan KLIK DISINI. Kami siap untuk membantumu. 

Baca juga : 

Saat Kematian Menakutkan Buat Kamu, Ayat-ayat Ini Bakalan Bikin Adem Ayem..

Kata Alkitab : Benarkah Ada Kehidupan Setelah Kematian?

Sumber : Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

egbert burton 14 July 2019 - 10:40:19

Berhalakah gambar Tuhan yang dipajang dalam Gereja

0 Answer

Budo RMB 13 July 2019 - 21:59:42

Berapa banyak uang yang perlu Anda keluarkan untuk.. more..

0 Answer

Irvan Ishak 13 July 2019 - 07:43:47

Welyar kauntu

0 Answer


Yu55 Ch4nnel 28 May 2019 - 16:51:25
Bertahun2 saya meninggalkan Tuhan Yesus,hanyut dng... more..

Wellyanti Oktavia Selan Welly 19 May 2019 - 19:45:52
Selama 10tahun hidup berkeluarga, yang saya rinduk... more..

Dendank 15 May 2019 - 19:54:05
Saat Ini saya sangat membutuhkan Dana 400 ribu unt... more..

Dendank 15 May 2019 - 19:54:04
Saat Ini saya sangat membutuhkan Dana 400 ribu unt... more..

Banner Testify Juli Week 3


7266

Banner Fun Run Juli week 3