Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
966


Oswin dan Osbert, kakak beradik yang lahir dengan normal. Gak ada tanda-tanda kelainan yang tampak terjadi pada kedua anak ini diusia kurang dari setahun.

Namun pasangan suami istri Bonar Siahaan dan Ester Silalahi mulai curiga dengan keterlambatan pertumbuhan yang dialami putra pertama mereka Oswin yang masih belum bisa menggunakan kaki untuk berjalan di usia lebih dari 9 bulan.

Akhirnya, keduanya memutuskan untuk memberikan terapis kepada Oswin. Gak cukup di situ, untuk memastikan kondisi Oswin merekapun memeriksakan ulang putra mereka ke salah satu Pediatric Urology untuk menjalani rekam otak (EEG).

“Grafik (otaknya) memang sungguh kacau. Operatornya juga bilang very very crowded (sangat kacau). Kayak hutan belantara dia bilang. Akhirnya di situ memang diputuskan (penyakitnya) epilepsi. Tapi tidak tau apa penyebabnya karena semua norma,” kata Bonar.

Kenyataan pahit ini menghancurkan hati Bonar dan juga Ester. Bahkan risiko kematian Oswin yang tiba-tiba bisa terjadi, seperti palu yang menghantam hidup mereka.

Meski begitu, dengan iman Ester mengaku rela jika waktunya Tuhan membawa Oswin pulang. Karena dia tahu semua orang pasti akan mengalami masa itu.

Syukurnya, dalam kondisi lemah Oswin masih tetap diberikan kesempatan hidup. Satu setengah tahun kemudian dia pun kehadiran adiknya Osbert.

Sama halnya seperti Oswin, Ester mengaku proses kelahiran dan pertumbuhan Osbert sama sekali normal.

“Anak kedua saya lahir di tanggal 19 Februari 2005. Osbert itu perkembangannya persis sebenarnya mengikuti apa yang Oswin waktu dulu jalanin juga ya. Saya kira dua anak saya harus saya rawat dengan kondisi yang kurang lebih serupa,” jelas Ester.

Kasus serupa terjadi kepada Osbert. Sayangnya, keduanya belum bisa mendapat jawaban soal apa penyebab penyakit epilepsi yang dialami keduanya.

Suatu kali Oswin mengalami panas tinggi dan kejang-kejang sampai dia harus dirawat di ruang ICU. Dokter yang menangani Oswin sendiri mengaku gak lagi mampu berbuat apa-apa. Karena kejang-kejang yang terus terjadi pada Oswin berisiko paling fatal akan membuatnya sulit bernapas.

“Dokter bilang saya sudah tidak tahu lagi bu. Ini sudah di luar kemampuan saya. Kita masukin ke ICU, tapi saya tidak tahu apa yang akan terjadi,” jelasnya.

Baca Juga :

Selvi: Kepahitan Sama Mama Mertua Membuatku Jatuh Sakit

Cahyaning, Kekasihku Tetap Setia Walau Aku Mengidap Kanker

Di tengah kondisi itu, Ester dengan teguh menghampiri Oswin di ruang ICU. Di sana dia membisikkan kepada putranya itu untuk berdoa dan minta Tuhan Yesus menyembuhkannya. Tapi di sisi lain, sebagai ibu yang tahu betul kondisi yang dialami anaknya dia mau menyerahkannya sepenuhnya ke Tuhan.

“Keesokan harinya, Oswin 36 derajat. Tiga hari kemudian pulang. Saya percaya di situ bahwa Oswin punya hubungan sama Tuhan Yesus. Kita juga percaya mereka berdoa, bukan hanya bicara mereka berdoa. Tapi mereka berdoa juga,” katanya.

Tidaklah mudah bagi Bonar dan Ester merawat kedua putra mereka yang menderita epilepsi langka. Namun hanya oleh karena iman dan kasih Yesus saja, Ester mengaku bisa melewati hari demi hari dengan setia berada di samping kedua anaknya.

Dia yakin betul bahwa penyakit yang dialami Oswin dan Osbert bukanlah rancangan kecelakaan. Sebaliknya, dia percaya Tuhan punya rencana atas apa yang mereka alami.

“Saya pernah bilang sama dia, ‘Oswin masih di sini. Tuhan masih punya rencana sama Oswin.’ Rencananya apa saya gak tahu. Banyak yang bilang Oswin gak bisa apa-apa kog. Tapi sampai sekarang, anak-anak saya sudah menyentuh berapa banyak hidup orang. Sehingga orang-orang itu diberkati,” jelas Ester.

Menurutnya, semua manusia diciptakan sempurna. Tapi dosa membuat manusia kehilangan kesempurnaan itu dan kemudian dipulihkan lewat karya penebusan Yesus.

“Tidak mungkin Tuhan menciptakan (seseorang) tidak sempurna. Karena kita bilang yang sempurna itu harus gini harus gini. Tapi kesempurnaan di mata Tuhan adalah hati manusia. Yang tadinya juga gak sempurna, berdosa, tapi ditebus sama Tuhan dan pulih lagi,” jelas Ester.

 

Apakah kamu merasa diberkati dengan kisah yang dialami oleh Bonar dan Ester? Apakah kamu masih merasa dirimu satu-satunya orang yang paling menderita di dunia ini? Yuk, mari lihatlah orang-orang di sekelilingmu. Dan kalau kamu merasa ingin keluar dari masalahmu, carilah dukungan doa dari konseling center kami Sahabat 24 di SMS/WA 081703005566 atau telp di 1-500-224 dan 0811 9914 240 bisa juga email ke [email protected] atau lewat  Live Chat dengan KLIK DI SINI.

Sumber : Solusi TV/Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Gilang Angga 19 August 2019 - 19:48:37

Organisasi Yang di bentuk uni soviet untuk membend.. more..

0 Answer

Fatma Wati 18 August 2019 - 21:07:41

apa jawapan yang di berikan situs kami

0 Answer

Sofely Charolina Sinaga 18 August 2019 - 12:44:15

Syalom saya sofely charolina sinaga mau sharing se.. more..

1 Answer


Suhidi Yosua 2 August 2019 - 00:01:16
Shalom, Nama saya Suhidi Yosua, 30thn. Saya butuh ... more..

andrew 1 August 2019 - 02:12:17
saya Andrew 21thn saya mau meminta suport dan duku... more..

Wellyanti Oktavia Selan Welly 19 May 2019 - 19:45:52
Selama 10tahun hidup berkeluarga, yang saya rinduk... more..

andre s 10 May 2019 - 15:07:50
Teman2 Mohon di Doakan saya memiliki kebiasaan kec... more..

Banner Mitra Agustus Week 3


7273

Banner Mitra Agustus Week 3