Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Puji Astuti

Official Writer
959


Pada Senin sore lalu (19/2/2018), sekitar pukul 16.30 WIB, Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubyatmoko bersama rombongoan terlihat mengunjungi kediaman Buya Syafii Maarif. Selain untuk silaturahmi, Uskup Robertus khusus datang untuk mengucapkan terima kasih kepada Buya Syafii. 

"Kami sowan untuk menghaturkan terima kasih kepada yang kita muliakan dan kita hormati Buya Syafii Maarif. Buya mempunyai peran yang sangat besar sekali dalam menghadapi peristiwa yang barusan terjadi," demikian pernyataan Uskup Robertus yang dikutip Kompas.com saat berada di kediaman Buya Syafii di Jalan Halmahera blok D 76 Nogotirto 2 , Trihargo, Gamping, Sleman.

Menurut Uskup Agung Semarang tersebut, respon cepat Buya Syafii pasca kejadian penyerangan langsung mengunjungi Gereja Lidwina telah mengubah keadaan secara drastis, dari tegang karena dapat memicu konflik agama berbalik menjadi momentum untuk menunjukkan kepedulian dan juga mempererat persaudaraan serta solidaritas antar umat beragama. 

Baca juga : Penyerangan Gereja Katolik St Lidwina Sleman Rupanya Torehkan Cerita Haru Ini Loh…


Buya Syafii di Gereja St Lidwina, Bedog, Sleman, Minggu (11/2/2018) pasca penyerangan terjadi (Sumber gambar : Detik.com)

"Kehadiran Buya yang spontan, cepat, dan tanggap (sesaat pasca penyerangan Gereja Lidwina) sangat menenangkan semuanya. Masyarakat terkondisikan untuk tidak emosional. Sebaliknya, masyarakat menjadi tenang dan sungguh-sungguh menopang satu sama lain. Bahkan akhirnya muncul solidaritas dan persaudaraan yang semakin kuat," demikian tambah Uskup Robertus yang menganggap Buya Syafii sebagai guru bagi dirinya pribadi dan juga masyarakat. 

Walau bersyukur atas kedatangan Uskup Agung Semarang, Buya Syafii menyatakan bahwa dirinya hanyalah komponen kecil di Indonesia ini untuk menegakkan nalar dan akal sehat. 

Baca juga : Kepada Pelaku Penyerangan Gereja Santa Lidwina, Ini Doa Uskup Agung Semarang Kepada Tuhan!


Gereja St Lidwina, Bedog, Sleman pasca serangan (Sumber gambar : Detik.com)

"Ya tentunya saya bersyukur, rumah ini kedatangan Uskup Agung. Saya ini, hanya skrup kecil saja di Republik ini yang ingin menegakkan nalar, menegakkan akal sehat. Itu memang tidak mudah dan harus siap untuk dihujat, karena tidak semua orang bisa setuju," demikian ungkap Buya Syafii. 

Indonesia adalah sebuah bangsa dengan berbagai kebhinekaan, tidak sedikit oknum yang mencoba memakai perbedaan yang ada untuk memecah belah dan menimbulkan keonaran. Untuk itu, seluruh masyarakat hendaknya waspada dan menanggapi berbagai isu yang terjadi dengan kepala dingin dan hati yang penuh kasih. Mari tunjukkan Indonesia yang kuat bersatu dalam berbagai perbedaan, sehingga negeri ini semakin kuat dan maju. 

Sumber : Kompas.com | Detik.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Arfan Saputra 15 October 2019 - 19:43:11

Apa dampak positif dan negatif si penyelamat jalan

0 Answer

Erick Amleni 14 October 2019 - 19:39:37

Yesaya Yeremia

0 Answer

Sarah Pillay 14 October 2019 - 19:37:17

The pilgrim’s progress

0 Answer


Berkat Melimpah 8 October 2019 - 05:08:21
Tolong doakan supaya Tuhan beri jalan / pekerjaan ... more..

Cristian Sipahutar 1 October 2019 - 12:41:13
Perkenalkan nama saya Cristian Sipahutar, saya sdh... more..

nafty louise 21 September 2019 - 21:18:28
Selamat malam, nama saya nafty saat ini saya mohon... more..

Merry Sine 28 August 2019 - 14:42:33
Salom sahabat.. peekenalkan saya merry

Banner Mitra Oktober Week 2


7268

Banner Mitra Oktober Week 2