Teladan Hidup, Rev. John Hartman Hembuskan Nafas Terakhir di Indonesia
Sumber: Jawaban.Com

Nasional / 22 March 2017

Kalangan Sendiri

Teladan Hidup, Rev. John Hartman Hembuskan Nafas Terakhir di Indonesia

Budhi Marpaung Official Writer
27133
Salah seorang pionir pembuat program televisi rohani Kristen di Indonesia, Rev. John Hartman menghembuskan nafas terakhir, Selasa (20/3) pukul 17:07 WIB. Pria yang dikenal oleh kalangan umat Kristen di Indonesia dengan lagu “Sweet Anointing” meninggal dunia di rumahnya di GO Studio, Delta Silicon Angsana 3 Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Lina Tanamal yang pernah menjadi bagian di dalam pelayanan Gospel Overseas Studio (GO Studio) Nasional atau Gospel Overseas Television Network (GOTN) sebagai penyiar radio dan marketing untuk tv dan radio di Manado, mengatakan John Hartman merupakan seorang penginjil yang fokus dengan orang-orang di desa.

“Karena dia pengin juga seperti orang kota (yang) mudah mendapat pemberitaan firman Tuhan, orang-orang di pelosok juga seperti itu,” ujar Lina kepada Jawaban.Com dalam wawancara via telepon.

Sebagai pribadi, lanjut Lina, almarhum adalah orang yang sangat disiplin. “Kalau gue pribadi, gue diajarin soal disiplin. Kalau elo komit sama pelayanan kayak gimana, apapun yang elo alami, jalanin aja karena Tuhan pasti memampukan. Dalam bahasa gue, diajarin mental. Siap gak siap, harus tetap memberitakan injil,” kenang kakak dari Jurnalis Jawaban.Com, Daniel Tanamal ini.

Meski banyak orang yang melihat sebagai pria yang temperamental, tetapi sesungguhnya almarhum adalah orang yang memiliki hati Bapa. “hatinya baik banget, bapak banget,” tutur perempuan yang pernah melayani di Go Studio dari sejak 2000 hingga 2013.

Hal yang patut diteladani dari seorang John Hartman, ungkap Lina, adalah bahwa almarhum tetap memegang panggilan hidup yang ia terima dari Tuhan puluhan tahun lalu.

“Dalam pelayanan, kalau pada akhirnya susah dan elo ditinggalin banyak orang, tetapi kalau tahu tujuan elo buat sampai buat siapa, sampai kapan pun elo akan tetap hidupin panggilan (hidup) elo tersebut,” tandas Lina.

Sebagaimana dikutip dari situs gospelstudionasional.com, Rev. John Hartman memulai pelayanannya di Placerville, California sejak tahun 1976. Selain aktif dalam pelayanan lewat media Televisi, dengan mendirikan beberapa Stasiun Televisi lokal, beliau juga aktif mengadakan KKR-KKR, baik dalam gereja maupun lapangan-lapangan di seluruh Indonesia, Amerika, dan negara-negara lain.

Sebelum pertobatannya, Rev. Hartman bekerja sebagai seorang detektif di LBPD (Long Beach Police Department, California), serta menjadi bodyguard dari penyanyi-penyanyi terkenal masa itu, yang satu di antaranya adalah Elvis Presley dan Michael Landon. Dalam pekerjaannya sebagai detektif, banyak hal-hal berbahaya yang beliau alami. Latar belakang beliau inilah yang membuatnya menjadi seorang pribadi yang keras. Tetapi setelah Tuhan menjamah hatinya, dan menyembuhkan beliau dari Kanker paru-paru, beliau berubah menjadi seorang pribadi yang baru dan menyerahkan sepenuh hidupnya untuk melayani Tuhan.

Pada 1991, John Hartman dan istri menginjakkan kaki ke Indonesia. Adalah H.L Senduk, pendiri dari Gereja Bethel Indonesia, yang memanggilnya untuk melayani di Nusantara.

"Kami datang berbekal uang 10 dolar dan satu koper baju sehari-hari. Belum ada satu orang pun yang kami kenal di sini", ungkap Mary Hartman, yang mendampingi sang suami, ketika diwawancarai Pembaruan beberapa tahun silam. 

Setelah berbagi visi, dan bertemu dengan kerabatnya, akhirnya ia pun mendirikan sebuah pelayanan media dengan nama GO Studio. "Oleh anugerah Tuhan, pelayanan perdana GO Studio melalui televisi dan radio terwujud pada bulan Desember 1991 di antaranya di RCTI, TVRI Nasional dan daerah", ungkap Hartman. 

Nama John Hartman sangat melekat pada GOTN, atau sebaliknya. Sebagai perintis, ia mengaku ingin terus melayani di negeri ini sampai ia dipanggil pulang oleh Tuhan. "Kami membawa satu koper baju ketika datang maka kami akan pulang membawa satu koper baju pula. Di sini, kami mencari jiwa bukan mencari materi. Saya menabung di surga", pungkasnya.

Sungguh seorang yang patut diteladani dan dikenang. Seluruh staf redaksi Jawaban.Com mengucapkan turut berbelasungkawa kepada keluarga besar yang ditinggalkan.

Selamat tinggal Rev. John Hartman, warisan yang bapak tinggalkan pasti akan selalu dikenang oleh umat Kristen di negeri ini!

Sumber : berbagai sumber / budhianto marpaung
Halaman :
1

Ikuti Kami