PGI Kembali Buka Suara Soal LGBT, Apa kata Mereka?

Internasional / 30 January 2017

PGI Kembali Buka Suara Soal LGBT, Apa kata Mereka?

daniel.tanamal Official Writer
4810

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia kembali membuka suara terkait surat pastoral mengenai Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) yang tahun lalu menuai protes dari gereja-gereja anggota dan jemaat luas. Hal itu dibuka dalam sebuah diskusi khusus pada sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) PGI di Salatiga, Jawa Tengah, Sabtu (28/01/2017).

Ketua Umum PGI, Pdt. DR Henriette H Lebang mengatakan bahwa pihaknya tidak bermaksud untuk menyeragamkan sikap gereja-gereja, tetapi untuk menjadi fokus perhatian gereja terhadap problema tersebut. “Surat Pengembalaan PGI bukan Fatwa yang harus diberlakukan oleh gereja-gereja,” katanya dalam diskusi panel yang dinarasumberi oleh Pdt Andreas Yewangoe, Pdt Yongky Karman, dr. Mahar Agusno dan Bihsoh I Negah Suami

Ketua yang akrab dipanggil Eri Lebang ini juga menjawab mengapa selama Majelis Pekerja Harian (MPH) PGI pusat, yang mengeluarkan surat tersebut tidak merespon ataupun menanggapi surat protes yang dilayangkan oleh beberapa gereja sinode anggota PGI. Menurutnya hal itu disengaja, karena MPH PGI memilih untuk mencari waktu yang tepat untuk menjelaskan secara lengkap latarbelakang dan maksud dari dikeluarkannya surat tersebut.

“Surat tersebut dikeluarkan dilatarbelakangi adanya pertemuan lembaga keumatan lintas agama dimana PGI sengaja tidak hadir karena adanya niatan dalam pertemuan tersebut untuk membuat keputusan menolak keberadaan kaum LGBT dengan sikap ingin menghakimi dan mendiskreditkan mereka,” jelasnya.

Eri dengan jelas mengatakan bahwa PGI menolak sikap tersebut karena bagi PGI, LGBT merupakan persoalan nyata yang harus disikapi secara bijak dan manusiawi sesuai pengajaran kasih Tuhan. Menurutnya lagi, gereja seharusnya menjadi wadah yang menyembuhkan dan menyelamatkan.


Sumber : berbagai sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami