Mayoritas Pelaku Pelecehan Seksual di Keuskupan Melbourne adalah Pria

Internasional / 25 November 2015

Kalangan Sendiri

Mayoritas Pelaku Pelecehan Seksual di Keuskupan Melbourne adalah Pria

Theresia Karo Karo Official Writer
3440

Pastor dan pekerja gereja lainnya di Keuskupan Agung Melbourne dilaporkan sebagai pelaku pelecehan seksual sejak tahun 1980. Pelapor sendiri merupakan mereka yang menjadi korban pelecehan, yang jumlahnya lebih dari 450 orang.

Kasus ini terungkap dalam pemeriksaan yang terbuka dari Royal Commission into Institutional Response to Child Sexual Abuse, di Melbourne pada Selasa kemarin (24/11). Dari sini terungkap pula bahwa mayoritas yang tertuduh sebagai pelaku adalah pria, yakni sebanyak 92 persen. 

Pejabat senior Gail Furness, SC menjelaskan bahwa komisi ini telah melangsungkan survei terhadap seluruh Gereja Katolik di Australia. Dan mayoritas laporan yang terkait dengan Keuskupan Melbourne adalah kasus yang terjadi antara tahun 1950 hingga 1989. Sedangkan laporan yang diterima paling banyak terjadi pada tahun 1970an. 

Selain itu, terungkap pula bahwa lebih dari 300 laporan telah ditindaklanjuti dengan pembayaran ganti rugi pihak gereja sebesar 17 juta dollar terhadap korban. Pembayaran ini mencakup biaya pengobatan, biaya berperkara, dan biaya lainnya. Setiap korban rata-rata menerima sekitar 52 ribu dollar.

Selama tiga pekan kedepan, komisi ini akan melakukan penyelidikan di Melbourne dan memeriksa seluruh tuduhan yang ditujukan pada petugas gereja yang sempat bertugas di Holy Family Parish dan sekolah yang dikelolanya di daerah Doveton.

Nantinya, komisi juga akan memeriksa respon Keuskupan Agung Melbourne terhadap tuduhan yang dialamatkan pada Pastor Wilfred Baker, Pastor David Daniel, Pastor Nazareno Fasciale, Pastor Desmond Gannon , Pastor Paul Pavlou serta Pastor Ronald Pickering. Kardinal George Pell yang bertugas di Vatikan juga telah dipanggil untuk turut memberi kesaksian dalam pemeriksaan ini. 

Selain itu, komisi juga telah menerima laporan rinci terkait perilaku ‘aneh’ dari pastor Melbourne, Peter Searson yang dituduh sebagai pelaku dalam empat kasus. Menurut Furness, laporan ini sudah muncul sejak Searson menjabat di Sunbury tahun 1970an hingga di Doveton tahun 1980an.

Beberapa laporan ini menyebutkan bahwa Searson memiliki senjata di sekolah, memperlihatkan kebrutalan hewan dan mayat di depan anak-anak, hingga bertindak seksual terhadap anak-anak. 

“Dia dituduh menyuruh anak-anak duduk di pangkuannya saat melakukan pengakuan dosa, menyuruh anak-anak berlutut di sela selangkangannya, merekam pengakuan dosa, memeluki anak-anak gadis,” papar Furness.

Menurut Furness, selama ini belum pernah ada penyelidikan serius terhadap perilaku Searson, meski pada tahun 1989 gereja melarangnya sebagai pastor. Kedepannya, para saksi terkait perilaku Searson akan memberikan kesaksian dalam pemeriksaan komisi di Melbourne pekan ini.

Apakah artikel ini memberkati Anda? Jangan simpan untuk diri Anda sendiri. Ada banyak orang di luar sana yang belum mengenal Kasih yang Sejati. Mari berbagi dengan orang lain, agar lebih banyak orang yang akan diberkati oleh artikel-artikel di Jawaban.com seperti Anda. Caranya? Klik di sini. 

Sumber : Detik/Radioaustralia.net.au by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami