Penolakan hingga pengucilan kerap terjadi dalam lingkungan bermain anak. Namun jika anak tidak mendapatkan penanganan dan pengajaran yang penting dan tepat dari orangtuanya, maka masa depannya terutama dalam hal bersosialisasi sangat mungkin terancam.
Konsultan profesional di masalah sosial anak dan remaja, Barbara R. Greenberg, Ph.D mengatakan bahwa orangtua perlu mengajarkan pada si kecil langkah untuk mengatasi penolakan yang mungkin terjadi di lingkungan pergaulan mereka.
Berikut adalah langkah yang disarankan Greenberg.
JANGAN ajarkan ini pada anak:
PERLU ajarkan ini pada anak
1. Ajarkan anak untuk intropeksi diri. Memang benar bahwa saat anak dimusuhi atau dimarahi oleh orang lain, sebagai orangtua pasti Anda tidak terima dan mendadak langsung naik darah. Coba kendalikan emosi demi kebaikan anak di masa mendatang. Salah satunya adalah berkomunikasi dengan meminta anak untuk intropeksi diri, menelaah mengapa teman-temannya tak ingin bermain bersamanya, dan tentu saja bimbing si kecil untuk memperbaiki sifatnya yang kurang disukai tersebut.
2. Ajarkan anak untuk berempati. Cari tahu apakah si anak yang memusuhi sedang mengalami masalah keluarga, jika benar, maka minta anak untuk berempati dengan cara tidak memasukan dalam hati dan lebih fokus pada teman yang baik serta pelajaran di sekolah.
3. Ajarkan anak soal penolakan lain di waktu mendatang. Sebab, tidak menutup kemungkinan bahwa sifat bermusuhan dan penolakan juga akan dirasakan oleh anak di waktu mendatang. Maka dari itu, bersabarlah untuk membimbing dan mendoakan anak untuk bisa menerima hal-hal kurang menyenangkan dalam hidupnya dengan sikap terpuji sekaligus membanggakan.
<!--[if gte mso 9]><xml>
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”