PRINSIP HUKUMAN : TIM PENDIDIK SEHATI (Sehati orang tua-Opa dan Oma)

Pelayanan Anak / 12 August 2014

Kalangan Sendiri

PRINSIP HUKUMAN : TIM PENDIDIK SEHATI (Sehati orang tua-Opa dan Oma)

Hevi Teri Official Writer
1164

Sehati orang tua-Opa dan Oma

http://www.jawaban.com/assets/uploads/hevi_teri/images/main/140808101914.jpg

 
Masalah anak, mertua, opa dan oma ini biasanya terjadi jika pasangan tinggal serumah atau satu kompleks dengan orang tua atau mertuanya. Saya menjumpai beberapa anak ‘bermasalah’ karena faktor ketidak sehatian orang tua dengan opa oma si anak.

Anak akan rusak jika ibunya memberikan aturan mengatakan; “Jangan makan es krim, nanti kamu batuk”, lalu si anak datang ke omanya, dan omanya mengatakan; “Sini oma belikan es krim, mama-mu itu (menantukuku itu maksudnya dalam hati) pelit !!, sini sama oma saja !”

Sering orang tua merasa bahwa dia dulu tidak bisa mengasihi anak-anaknya karena faktor ekonomi yang kurang dan sekarang dia mau mengasihi cucu-cucunya, jangan sampai dia sedih dan tidak bahagia seperti anak-anaknya dulu. Bisa juga karena faktor ingin ‘menjadi berarti’ bagi sang cucu di masa tuanya, dimana dia mungkin sudah tidak terlalu ‘berarti’ bagi anak dan tidak bisa lagi menasehati atau mempengaruhi anak-anaknya, karena mereka sudah pandai dan berhasil, maka untuk menjadi ‘berarti’ keberadaannya, opa-oma mengasihi cucu-cucunya.

Ini baik-baik saja, sepanjang tidak konflik dengan orang tua si anak, sehingga anak akan menjadi memberontak orang tuanya karena pembelaan opa-oma. Konflik bisa meluas jika orang tua si anak merasa diintervensi dan menjadi bertengkar dengan mertua atau orang tuanya (opa oma si anak).

Bicarakan secara bijaksana baik langsung dengan mertua/ orang tua atau melalui pasanganmu demi kemajuan si anak. Opa oma juga harus belajar untuk menghormati otoritas orang tua terhadap anak dan tidak mencampuri terlalu jauh.

 

 

^ Inspirasi Mendidik Anak (Pdt. Ir. Jarot Wijanarko)

Sumber : google
Halaman :
1

Ikuti Kami