Peran Wanita dalam Mendidik Anak_1

Pelayanan Anak / 6 June 2014

Kalangan Sendiri

Peran Wanita dalam Mendidik Anak_1

Hevi Teri Official Writer
1095

Seorang wanita diciptakan untuk menjadi penolong yang sepadan bagi seorang laki-laki. Dalam keluarga, selain menjadi penolong suami, seorang wanita juga bertanggung jawab dalam mencintai, membesarkan, dan mendidik anak.

Ketika seorang wanita memperoleh anugerah seorang anak, ia mendapatkan tanggung jawab lebih dalam hidupnya. Selain ia harus mengasihi suaminya, wanita harus mengasihi anaknya juga. Sebagai seorang ibu, kita diharapkan memiliki kasih yang secara nyata terwujud dalam cara membesarkan, memeluk, mencukupi kebutuhan, dan berteman dengan anak. Sebagai mitra suami, istri seharusnya melakukan beberapa hal berikut ini.

  1. Selalu bersedia mendampingi anak, baik pagi, siang, maupun malam (Ulangan 6:6-7).

  2. Berinteraksi, berdiskusi, bermain, dan bersabar mendidik anak (Efesus 6:4).

  3. Mengajarkan Alkitab, pandangan dunia yang alkitabiah kepada anak (Mazmur 78:5-6; Ulangan 4:10; Efesus 6:4).

  4. Menolong anak mengembangkan keterampilan dan menemukan kekuatannya (Amsal 22:6).

  5. Mendisiplin anak dan mengajarkan takut akan Tuhan, menentukan batas secara konsisten, penuh kasih dan ketegasan (Efesus 6:4; Ibrani 12:5-11; Amsal 13:24, 19:18, 22:15, 23:13-14, 29:15-17).

  6. Membesarkan anak dan menyediakan lingkungan yang mendukung, penuh penerimaan, kemesraan, dan kasih yang tanpa syarat (Titus 2:4; 2 Timotius 1:7; Efesus 4:29-32; 5:1-2; Galatia 5:22; 1 Petrus 3:8-9).

  7. Memberi teladan dengan integritas dan menjadi teladan bagi anak (Ulangan 4:9,15,23; Amsal 10:9, 11:3; Mazmur 37:18, 37).

Tidak semua wanita mendapatkan anugerah menjadi ibu secara biologis. Namun, Alkitab mengatakan bahwa mereka yang diberkati Tuhan untuk menjadi ibu harus menerima tanggung jawab itu dengan serius. Para ibu memiliki peranan yang unik dan krusial dalam hidup anak-anak mereka. Menjadi ibu adalah tugas yang panjang, tetapi menyenangkan. Ibu harus menjaga dan memperhatikan anak mulai dari dalam kandungan sampai anak menjadi dewasa. Sekalipun peranan keibuan harus berubah dan berkembang, kasih, perhatian, perawatan, dan dorongan yang harus diberikan ibu jangan pernah berakhir.

 

by. S Setyawati

Sumber : google
Halaman :
1

Ikuti Kami