Menjadi Penguasa Adalah Mereka yang Lebih Bahagia

Psikologi / 9 March 2013

Kalangan Sendiri

Menjadi Penguasa Adalah Mereka yang Lebih Bahagia

daniel.tanamal Official Writer
3501

Sebuah penelitian yang dilakukan para peneliti dari Tel Aviv University, Israel, University of New Brunswick, Kanada, dan Columbia University, AS memperlihatkan bahwa di posisi yang berwenang, sesorang bisa meningkatkan rasa sejahtera. Artinya, meski menjadi penguasa berarti tanggung jawab semakin besar, ternyata mereka lebih bahagia dibanding orang yang tak punya kekuasaan.

Kesimpulan tersebut merupakan hasil dari tiga eksperimen. Eksperimen pertama dilakukan melalui survei terhadap 350 partisipan. Mereka ditanyai tentang perasaan mereka terhadap pekerjaan, kehidupan sosial, dan hubungan asmara. Hasilnya diketahui orang yang berkuasa cenderung lebih bahagia dengan hidupnya.

Kesimpulan ini lebih terkait pada orang yang berkuasa di tempat kerja. Mereka yang berkuasa 26 persen lebih bahagia dengan pekerjaannya dibandingkan dengan karyawan rendahan. Tetapi kaitan antara kekuasaan dan kebahagiaan tak terlihat pada hubungan romantik atau pertemanan. Menurut para peneliti, hal itu karena hubungan tersebut didasarkan pada perasaan atau komunitas, bukan hirarki.

Dua penelitian lainnya lebih mendalami kaitan antara perasaan sejahtera, rasa bisa dipercaya, dan kekuasaan. Para peneliti menemukan bahwa meningkatnya perasaan berkuasa akan membuat seseorang merasa dirinya benar, karena tindakan mereka mendekati apa yang mereka yakini. Selain itu, perasaan bahwa mereka dapat dipercaya akan membuat mereka merasa lebih bahagia.





 

Sumber : kompashealth
Halaman :
1

Ikuti Kami