Keberanian Seorang Pemimpin Sejati

Kata Alkitab / 17 February 2013

Keberanian Seorang Pemimpin Sejati
Puji Astuti Official Writer
9096

Pernyataan pengunduran diri Paus Benediktus XVI membuat dunia terguncang, karena hampir selama 600 tahun, pergantian paus baru dilakukan saat paus yang menjabat telah meninggal dunia. Walau demikian Paus Benediktus menyadari bahwa kondisi kesehatannya menghalangi untuk efektif melayani sehiangga ia membuat keputusan yang berbeda.

"Kekuatan pikiran dan tubuh diperlukan, kekuatan yang dalam beberapa bulan terakhir terus memburuk dalam diri saya, yang membuat saya harus mengakui ketidakmampuan saya untuk secara memadai memenuhi pelayanan yang telah dipercayakan kepada saya," demikian pernyataan Paus Benediktus yang dikutip oleh CNN.

Setiap pemimpin yang menghormati oraganisasi dimana mereka melayani harus memiliki akal sehat untuk mengetahui kapan saatnya untuk mengucapkan selamat tinggal . Kita telah meilihat banyak contoh CEO, negarawan, politisi, dan aristokrat yang berusaha mempertahankan kekuasaannya, dan pada akhirnya hal itu melukai orang-orang disekitarnya yang harus mereka layani.

Dibutuhkan keberanian yang besar dan juga kerendahan hati untuk melepaskan kekuasaan dan menyerahkannya kepada penerus yang lebih muda dan mampu mengemban tanggung jawab. Setiap pemimpin harus peduli tentang bagaimana lembaga yang ia pimpin dapat terus tumbuh setelah mereka tidak ada. Itu sebabnya rencana suksesi sangat penting dalam sebuah organisasi. Dan Paus Benediktus XVI telah menunjukkan kepada dunia tentang hal itu, ia meninggalkan warisan bagi para pemimpin selanjutnya, untuk mengakui keterbatasan dan tahu kapan harus berhenti serta menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada penerusnya.  Hal ini harus diteladani bukan hanya bagi para pemimpin umat, namun juga semua pemimpin dalam segala bidang.

Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.~  Filipi 3:17

Sumber : CNN | Puji Astuti
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?