“Saya berjanji kepadamu, untuk tetap setia di saat senang ataupun susah, di saat sehat maupun sakit, di saat kaya atau miskin, sampai maut memisahkan kita.” Kira-kira seperti itulah janji pernikahan yang kita ucapkan kepada pasangan pada saat pernikahan. Saat janji itu terucap, saat itulah juga merupakan langkah awal untuk mengarungi kehidupan bersama pasangan dalam segala situasi.
Sayangnya, seringkali banyak pasangan yang berhenti di tengah jalan. Bukan maut yang memisahkan mereka, namun pihak ketiga, atau keuangan, atau mungkin pula berselisih pendapat yang berkelanjutan. Janji yang diucapkan pun seperti janji omong kosong belaka. Ada beberapa langkah yang dapat membuat janji yang diucapkan itu tidak hanya di bibir saja. Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa diambil :
Tentunya di dalam kehidupan, termasuk lika-liku pernikahan, ada masalah-masalah yang harus dihadapi. Tapi tidak berarti kita menyerah dalam masalah tersebut. Dua orang yang menjadi satu, harus terus maju menghadapi persoalan yang merintangi hubungan mereka.
Sumber : femina/lh3Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”