Terampil Ubah Beban Jadi Bekal

Book / 19 August 2009

Terampil Ubah Beban Jadi Bekal
Tammy Official Writer
4404
Ubah Beban Jadi BekalSetiap orang menginginkan kebahagiaan...
Tidak mengherankan apabila orang bekerja keras dan mengumpulkan apa yang dianggap sebagai sumber kebahagiaan, seperti uang, prestasi, dan kesehatan. Tetapi sering kali beban-beban hidup, seperti kesulitan ekonomi, persaingan yang tidak sehat, dan sakit-penyakit bermunculan dan melenyapkan sumber-sumber kebahagiaan itu. Di dalam kondisi seperti itu, masih bisakah kita berbahagia?

Setiap orang mengharapkan kebahagiaan menyertai hidupnya. Sayangnya, kadang kala manusia menilai kebahagiaannya berdasarkan apa yang dimilikinya. Semakin banyak memiliki hal-hal yang baik, seperti kesehatan, kekayaan, kedamaian hidup, maka semakin bahagialah orang tersebut. Tetapi, kadang kala di dalam kehidupan ini kita kehilangan banyak hal yang menjadi sumber kebahagiaan kita. Bahkan sering kali hidup kita penuh dengan beban-beban pergumulan. Ketika hal itu terjadi, lenyaplah juga kebahagiaan hidup kita.

Buku ini memaparkan bahwa kebahagiaan sebenarnya tidak tergantung pada seberapa banyak dan berhasil kita mengumpulkan dan mempertahankan sumber-sumber kebahagiaan. Kebahagiaan juga bukan masalah bagaimana mengenyahkan beban-beban kehidupan ini.

Ubah Beban Jadi BekalKebahagiaan sesungguhnya tidak tergantung pada situasi di luar diri kita. Kebahagiaan sesungguhnya bergantung pada apakah kita terampil mengubah beban kehidupan menjadi bekal kehidupan.

Buku ini memberikan panduan yang kita butuhkan, yakni bagaimana mengubah beban menjadi bekal. Ketika kita berhasil mengubah beban menjadi bekal, berarti kita telah mencapai tingkat kebahagiaan yang sebenarnya.

TERAMPIL MENGUBAH BEBAN MENJADI BEKAL
Penulis:
Wahyu Pramudya
Penerbit: Visi Pressindo
Harga: Rp 21.000,-

Sumber : Visi Press
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?