Sebagai pria, mereka ingin dilihat sebagai pemecah masalah, sehingga sering bila wanita berkeluh kesah bagi pria kedengarannya wanita tersebut meminta bantuan darinya. Mulailah pria memberikan solusi atas keluh kesah pasangannya. Pada saat itu wanita sedang tidak mencari solusi atas apa yang dikeluhkannya, ia hanya membutuhkan seorang teman untuk mendengarkan tanpa memberikan komentar. Akibat nasihat maupun usul dari pasangan tersebut si wanita jadi bertambah kesal.
Sedangkan di telinga pria perkataan tersebut seperti penghakiman yang menyatakan ia tidak mampu mengatasi persoalan pasangannya. Akan lebih baik bila sebelum menceritakan keluh kesahnya seorang wanita berkata "Saat ini saya hanya ingin membagikan perasaan-perasaan saya. Hal ini akan membuat saya merasa lebih baik." Dengan kalimat tersebut seorang pria telah siap untuk mendengarkan tanpa ia merasa frustrasi karena tidak dapat membantu menyelesaikan persoalan.
Berhati-hatilah dalam pemakaian kata dan nada suara terutama bila berkomunikasi dengan pasangan, karena kalimat yang sama bila diucapkan dengan nada yang berbeda akan memberikan arti yang berbeda pula. Janganlah sampai jembatan komunikasi di antara Anda berdua terputus hanya karena suatu perkataan yang diterjemahkan secara berbeda.
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”