2. Menerapkan Ulangan 6:6-9. Orangtua bertanggung jawab untuk secara berulang-ulang mengajarkan kepada anak-anak mereka tentang kasih, pribadi dan perintah Allah dalam setiap kesempatan. Ketika anak-anak kami masih balita, selama bertahun-tahun kami mengambil waktu setiap hari untuk menceritakan cerita-cerita bergambar dari Alkitab. Mereka tetap menikmati cerita-cerita ini, walaupun sudah berulang kali mereka dengar. Anak-anak juga senang menghafalkan ayat-ayat alkitab, dan bahkan memiliki kemampuan untuk menghafal ayat lebih dari yang kita perkirakan. Anak pendeta saya berhasil menghafal ayat pertamanya pada usia 2,5 tahun. Selain itu, banyak kejadian yang ada di sekeliling kita yang dapat dipakai untuk memperkenalkan Allah kepada anak-anak sesuai dengan pertambahan usia mereka.
4. Ibadah perlu dilakukan dengan sederhana dalam waktu yang pendek sehingga mereka tidak menjadi bosan. Ketika anak mulai dapat membaca, ayah dan atau ibu dapat mendampingi mereka membaca dan merenungkan buku renungan harian mereka. Setelah anak-anak lancar membaca, mereka perlu diberi tanggung-jawab untuk melakukannya sendiri. Saat ini banyak sekali buku-buku yang tersedia, yang dapat dijadikan bahan untuk renungan harian anak-anak. Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”