JC Alert - Forum
JC Alert (Beta Ver.)
Pengumuman Pemenang Kuis Planetshakers
Pemenang Lomba Puisi Harapan Bagi Indonesia
Pengumuman Pemenang Kuis TW Youth
Pengumuman Pemenang Jawaban.Com FB Competition
Kenal Lebih Dekat Moderator Forum Yuk....
Gabung yuk di Mukjizat Terjadi at Yahoo Group
Celebrate Our Savior! Listen to CBN Radio
Forum
Chat Email SMS Milist
Chating Online 24 Jam. Kapanpun dan dimanapun Anda bisa menghubungi konselor kami via chating disini!
Mau curhat atau konseling via email?
Segera kirimkan email ke konsultasi@jawaban.com sekarang juga
Konselor kami akan selalu siap menjawab email Anda dan mendoakan segala permasalahan yang Anda hadapi
Anda bisa konseling, minta dukungan doa atau bahkan curhat tentang apa saja disini, Konselor kami akan selalu setia melayani Anda. Nonstop 24 jam.

Hubungi HOTLINE 021-89903344 dan TOLL FREE 0-800-151-3344 (bebas pulsa khusus PSTN (non-selular) dari luar DKI Jakarta)

Ingin curhat via SMS? SMS ke 0817-994-3344
Daily Devotional
Daily Devotional - Dari Diri Sendiri - Kisah Nyata, Kesaksian, Renungan Harian, Teaching
April 2009
<< Prev Week |  Next Week >> ::Search By Date: - -

Dari Diri Sendiri


- Jawaban.com -
View: 2704 times
2 Korintus 7:1
Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 110; Lukas 22; Hakim-Hakim 7-8

Nehemia memberikan suatu pola menarik untuk pemulihan diri (Nehemia 12:30). Pada zaman Hizkia, setelah orang-orang Lewi menahirkan dirinya, mereka memasuki Bait Allah, mengeluarkan semua yang najis dan membuangnya ke Lembah Kidron (2 Tawarikh 29:16).

Dalam Perjanjian Lama, orang menjaga ketahiran dengan menghindari bersentuhan dengan orang lain, berpantang makan daging dan menggunakan benda-benda yang secara seremonial dinyatakan tahir, serta menjalankan prosedur-prosedur ritual yang melambangkan pembuangan kecemaran.

Pemulihan rohani dengan demikian adalah sebuah proses yang berkelanjutan. Paulus menegaskan prinsip tersebut dalam nas kita hari ini. Kata "marilah kita" menunjukkan perlunya keterlibatan dan keputusan kita untuk mengalami suatu pemulihan rohani. Ya, pemulihan rohani dimulai dari diri kita sendiri. Seorang hamba Tuhan, ketika ditanya bagaimana memulai suatu kebangunan rohani menjawab, "Pulanglah, kunci dirimu di kamar, dan berlututlah. Buatlah lingkaran di sekelilingmu dengan kapur dan mintalah Tuhan untuk memulai kebanguan rohani itu di dalam lingkaran kapur tadi. Bila Ia menjawab doamu, akan berkobarlah sebuah kebangunan rohani."

Orang yang "menyala-nyala" karena mengasihi Tuhan dan mengalami pemulihan rohani akan sanggup "menyulut" orang lain untuk mengenal Tuhan.

Waspadailah apa saja yang Anda izinkan masuk ke dalam hati Anda karena itu akan menentukan kadar bersihnya.



Sumber: Renungan Malam untuk Setahun


Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!


Saya sudah berdoa dan mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi


Comments: 3

alfa : 2009-04-20 08:37:58
Tuhan Jesus ... mampukan saya untuk berusaha selalu hidup dalam kekudusan ... amin

purba : 2009-04-20 05:16:19
Semua diawali dari diri kita sdr... Melekat erat dengan Bapa. GBU

gina : 2009-04-19 22:36:17
wowowowooow bgs bgt tuh cerita 'a kita4emang harus meriksa diri kita .dan bagunlah yang terbaik untuk membangun hati rohani kita amin



Teaching