JC Alert - Health
JC Alert (Beta Ver.)
Pengumuman Pemenang Kuis Planetshakers
Pemenang Lomba Puisi Harapan Bagi Indonesia
Pengumuman Pemenang Kuis TW Youth
Pengumuman Pemenang Jawaban.Com FB Competition
Kenal Lebih Dekat Moderator Forum Yuk....
Gabung yuk di Mukjizat Terjadi at Yahoo Group
Celebrate Our Savior! Listen to CBN Radio
Health
Chat Email SMS Milist
Chating Online 24 Jam. Kapanpun dan dimanapun Anda bisa menghubungi konselor kami via chating disini!
Mau curhat atau konseling via email?
Segera kirimkan email ke konsultasi@jawaban.com sekarang juga
Konselor kami akan selalu siap menjawab email Anda dan mendoakan segala permasalahan yang Anda hadapi
Anda bisa konseling, minta dukungan doa atau bahkan curhat tentang apa saja disini, Konselor kami akan selalu setia melayani Anda. Nonstop 24 jam.

Hubungi HOTLINE 021-89903344 dan TOLL FREE 0-800-151-3344 (bebas pulsa khusus PSTN (non-selular) dari luar DKI Jakarta)

Ingin curhat via SMS? SMS ke 0817-994-3344
Hanya Untuk Pria: Perlukah Istri Anda Bekerja? (1)
Posted On : 10-06-2008
View : 2956 times

Banyak sekali pria yang merasa keberatan bila istrinya bekerja. Alasannya bisa bermacam-macam. Seringkali alasan tersebut memang 'bisa diterima', tetapi seringkali alasan tersebut bersifat psikologis yang seringkali sulit diterima oleh akal sehat. Tulisan ini lebih dikhususkan kepada pria (terutama pasangan muda), walaupun tidak apa-apa bila wanita juga ikut membaca. Pertanyaan saya untuk Anda - para suami - yaitu apakah Anda adalah salah satu dari suami yang keberatan bila istri Anda bekerja? Bila ya, apakah alasan Anda memang bisa diterima oleh akal sehat? Atau apakah alasan-alasan Anda tersebut bersifat psikologis? Atau yang lebih parah lagi, apakah alasan Anda tersebut terkesan mengada-ada?

Saya tidak tahu apa yang ada di pikiran Anda - para suami. Tulisan ini tidak saya buat untuk menyinggung alasan-alasan Anda, tetapi lebih kepada apa untung ruginya bila istri Anda bekerja. Saya akan berusaha untuk bersikap netral disini. Bertambahnya penghasilan yang merupakan keuntungan pertama sudah jelas, bahwa dengan istri Anda bekerja, penghasilan dalam keluarga Anda jelas akan bertambah. Bagi banyak keluarga yang lain, banyak istri yang bekerja juga ikut andil dalam membayar pengeluaran-pengeluaran keluarga. Mungkin suami meng-cover 50%, si istri juga 50%. Tetapi banyak juga istri (bekerja) yang lain, yang tidak ikut meng-cover pengeluaran keluarga. Artinya, uang suami adalah uang istri, tetapi sebaliknya uang istri bukan uang suami dan hanya menjadi milik istrinya sendiri.

Tetapi bagi banyak keluarga, alasan bekerja dari sang istri mungkin karena selama ini si istri merasa tidak enak terus menerus 'dijatah' dari suami, sehingga ia merasa lebih leluasa bila 'uang sakunya' didapat dari penghasilannya sendiri karena ia bekerja.

Apa yang Sebetulnya Terjadi?
Mari kita kembali kepada dasar-dasar dalam berkeluarga. Kodrat dari Tuhan kepada manusia yang tetap ada dari dulu hingga sekarang, adalah wanita yang mengandung, sedangkan pria yang keluar mencari nafkah.

Ketika belum menikah, mungkin saja si pria dan si wanita sama-sama bekerja. Lalu disusullah dengan pernikahan. Ketika si istri mengandung, maka bila sebelumnya si istri bekerja, si istri biasanya akan minta berhenti atau cuti dari pekerjaannya. Setelah melahirkan dan umur si anak sudah mencapai beberapa bulan atau beberapa tahun - dimana si anak dianggap sudah bisa ditinggal - sering muncul dilema dari si istri apakah ia perlu kembali bekerja atau tidak. Alasan untuk kembali bekerja bermacam-macam. Mungkin si istri rindu akan suasana ramai di kantor. Mungkin dia juga ingin mencari kegiatan di luar rumah yang bisa dilakukan setiap hari. Atau mungkin saja dia ingin mencari suasana baru yang bisa menyegarkan hatinya setelah merawat anak beberapa bulan atau beberapa tahun lamanya.

Tetapi, keinginan untuk kembali bekerja kadang-kadang muncul dari alasan ekonomi. Dua penghasilan mungkin dianggap lebih baik daripada satu penghasilan. Nah, keluarga yang hanya memiliki satu penghasilan saja biasanya akan memiliki jumlah biaya hidup yang lebih kecil dibanding apabila keluarga tersebut memiliki dua penghasilan. Uang yang bisa ditabung biasanya juga lebih kecil. Ini masuk akal: makin besar penghasilan, biasanya akan makin besar pula biaya hidupnya. Tetapi keuntungannya, dengan hanya satu orang yang bekerja, pihak yang satu lagi (biasanya si istri) bisa tinggal di rumah untuk menyaksikan anak-anaknya tumbuh.

Keluarga yang memiliki dua penghasilan - tentu saja - akan memiliki jumlah pendapatan yang lebih besar. Tetapi konsekuensinya akan lebih banyak hal baru yang harus dipikirkan oleh orang tua tersebut, seperti masalah baby sitter atau masalah-masalah lain yang akan sering muncul karena meninggalkan anak di rumah, sehingga disini, biaya hidup biasanya akan menjadi lebih besar. Suami istri tentu punya sejumlah alasan untuk lebih memilih memiliki dua penghasilan daripada satu penghasilan. Tetapi satu hal yang harus disadari adalah: apakah dengan sama-sama bekerja akan menjawab permasalahan keuangan yang muncul?

Ketika Anda sedang berpikir untuk menjawab apakah Anda berdua perlu memiliki dua penghasilan atau tidak, pusatkan perhatian Anda untuk menjawab pertanyaan tentang berapa yang akan Anda hasilkan berdua secara bersih setelah dikurangi biaya hidup keluarga Anda dan tabungan rutin. Setelah itu, lihat apakah jumlah tersebut memuaskan atau tidak. Lalu lihat lagi apakah jumlah tersebut sebanding dengan hal-hal non material yang dikorbankan, seperti waktu yang hilang bersama anak, kemudahan dalam merawat anak (Anda berdua tidak perlu lagi punya pengasuh), dan seterusnya dan seterusnya. Untuk bisa menentukan apakah kedua dari Anda perlu sama-sama bekerja atau tidak, mari kita melihatnya dari dua faktor: Faktor ekonomi dan faktor non ekonomi.

Pembahasan dari kedua faktor ini akan bersambung di artikel karir selanjutnya.


Sumber : perencana keuangan

       Print | Kirim | Comment Archive

1. Name : DENNY
Date : 09-09-2008 18:39
Comment :
KITA LIHAT KARAKTER ISTRI DULU, SB MENURUT SAYA ADA JUGA ISTRI BILA MEMILIKI PENGHASILAN BAGUS MULAI MERENDAHKAN SUAMI, MENGANGGAP SUAMI TDK BECUS DLM MENCARI NAFKAH. BISA2 RUMAH TANGGA JD BERANTAKAN....

2. Name : yudiwu
Date : 06-09-2008 01:06
Comment :
Dr kesaksian teman yg bekerja sbg guru atau pelayanan sekolah minggu,mereka bilang ada perbedaan karakter anak yg diasuh oleh org tua dgn babysiter/pembantu.Mereka sdh ga kaget dgn komentar anak yg diasuh mbak bilang "Aku maunya disuapin ama mbak drpd mama" "mama jaat suka tinggalin aku" Dan masi banyak lg yg lbh ektrim..

3. Name : yudiwu
Date : 06-09-2008 00:59
Comment :
Saran bijak dr pembina nikah saya.Sebelum salah satu berhenti bekerja,lakukan treatment hidup hanya dgn gaji suami saja selama 1-1,5thn.Gaji istri ditabung.Masa2 itu masa belajar dan pergumulan.Bila masi tercukupi berarti salah satu berhenti.Percayalah bila maksud hati anda utk kebaikan anak,Tuhan akan memberi berkat.

4. Name : yudiwu
Date : 06-09-2008 00:54
Comment :
Percayalah saat Tuhan berfirman utk beranak cucu setelah memberkati pernikahan, Tuhan akan mencukupkan kebutuhan kita.Krn mengurus anak adlh pekerjaan mulia yg Tuhan berikan.Saat kita melakukan sesuai Firman makan tingkap berkat bagi suami akan lbh mantab.Masa pertumbuhan anak adlh suatu hal yg tdk bisa dibeli dgn uang.

5. Name : yudiwu
Date : 06-09-2008 00:47
Comment :
Kebetulan saya

6. Name : Amien
Date : 01-09-2008 09:52
Comment :

7. Name : indra putra
Date : 24-06-2008 19:46
Comment :
menurutku pribadi ndak usah si doi kerja di perush lain cos aku punya usaha dibidang tour n travel dan cargo serta out source jadi kalo si doi jadi istriku cukup bantuin aku di masalah ADM kantorku aja karena repot banget kalo urus sendiri

8. Name : nawwwwwwwwwi
Date : 14-06-2008 17:55
Comment :
Artikel yang sangat bagus sehingga bisa dibuat pertimbangan bagi keluarga yang baru / sudah lama menikah

9. Name : JR
Date : 13-06-2008 15:03
Comment :
Bagus juga nih artikelnya..,saya juga lagi mikirin pengen istri berhenti kerja.,ditunggu nih artikel selanjutnya

10. Name : joseph
Date : 12-06-2008 19:30
Comment :
ditunggu artikel selanjutnya...

11. Name : anto
Date : 12-06-2008 11:23
Comment :
very good article....

:: MEMBUKA USAHA SAMPINGAN
:: Hanya Untuk Pria: Perlukah Istri Anda Bekerja? (2)
:: Mencari Penghasilan Tambahan
:: Capai Sukses Anda Dengan Satu Kalimat
:: Mengatasi Work Blues
:: Andalah Pemegang Kendali Karir Anda
:: Tak Bermaksud Mengganggu. Tapi…
:: Dapat Promosi? Kapan Ya?
:: 9 Nilai Gym Seperti Kantor
:: 10 Kepribadian Untuk Sukses
:: Upah Rendah, Jam Kerja Panjang
3. Berkat seringkali terbungkus dalam ujian dan masalah. Sikap kita menentukan apakah kita dapat menemukan berkat itu. Bagaimana sikap Anda menghadapi ujian dan masalah? 2 Kor 4:17