Hari Minggu, Ester masih berguling di tempat tidurnya. padahal pagi ini dia sudah janji mau sekolah minggu.
"Ester!!! udah jam 7! bangun dong sayang!" teriak mama.
"Hoammmm... emang kenapa kalau jam 7 ma?" tanya Ester masih dalam setengah sadar dan tidak.
"Kamu mau sekolah minggu ga?" tanya mama lagi.
Ester mengucek-ngucek matanya. Dia melihat jam weker di sampingnya, dan melihat sudah jam 7 kurang, padahal sekolah minggu jam 1/2 8.
Ester bangun kemudian jatuh ke tempat tidur lagi dan memeluk gulingnya.
"Ngantukkkk!" ujar Ester.
"Ye, ni anak, kemaren suruh bangunin pagi-pagi. Makanya udah tau mau sekolah minggu pagi-pagi, malah main game sampai lewat tengah malam. Udah ah, mama ga mau perduli lagi, kamu sudah SMA, ga harus mama suruh-suruh terus!" mama pun pergi dari kamar Ester.
Ester bergeliat di tempat tidur. Tak lama handphonenya bunyi. Dari bu Hana, guru sekolah minggunya. Bu Hana memang rajin, suka telepon semua murid-muridnya setiap pagi, untuk mengingatkan mereka untuk sekolah minggu.
"haloo" ujar Ester masih dengan nada suara yang berat.
"Ester, kamu belum siap-siap? sekolah minggu sudah mau mulai!" ujar bu Hana.
"bentar lagiii. bu!" kata ester.
"ya sudah kalau kamu mau sekolah minggu, lebih baik cepat ke sini, sudah jam 7 lewat! tegur bu Hana.
Teleponnya akhirnya mati, dan Ester kembali memeluk guling. Tapi kali ini dia tidak bisa memejamkan matanya. Akhirnya dia ke kamar mandi dan cepat-cepat bersiap-siap ke sekolah minggu.
***
"Ya, Ester, telat lagi!!!" ujar Maria, teman Ester di sekolah minggu.
"gw ga cukup tidur niy, masi ngantukkk!!" kata Ester dengan suara yang berat.
Bu Hana kemudian menyuruh mereka berdua untuk diam dan menyuruh untuk membuka buku sekolah minggu.
Ester tidak bisa berkonsentrasi dengan pelajarannya. Kemudian dia mencoba mencuri pandang ke kelas seberang. Kelas mereka masih memakai "AC alam" alias pintunya di buka supaya ada udara yang masuk. Kebetulan kelas Ester berseberangan dengan kelas pemuda. Ester lagi naksir dengan Daniel, dan Daniel itu selalu rajin ikut sekolah minggu. Sehingga setiap minggu Ester bela-belain ikut sekolah minggu supaya bisa lihat pujaan hatinya.
"Woi, mata loe kemana? jelalatan aja, pangeran loe lagi serius belajarnya, loe malah ga konsen!" tegur Maria.
"Ahh, loe mah brisik!" keluh Ester.
***
Besoknya ketika istirahat sekolah, Ester mendekati Daniel. Dia sudah mengumpulkan segala keberaniannya, untuk ngobrol dengan Daniel.
"Dan, catatan fisika loe lengkap ga?" tanya ester basa-basi.
Daniel mang terkenal sebagai anak rajin, dan dia memang ganteng (apalagi menurut Ester, Daniel seperti pangeran khayalannya).
"Ooo, lengkap kok, loe mau minjam? lagi dipinjam Rendi tuh! tar habis dia, gw kasi pinjam ke loe kok." kata Daniel.
"ooo" dan Ester mematung, gatau harus ngomong apa lagi.
"er.... Dan.. loe suka main musik di gereja ya?" tanya ester kemudian.
Daniel mengangguk, kemudian bertanya, "loe ikut sekolah minggu di sana juga ya? kayanya gw pernah ketemu loe waktu bubar sekolah minggu. Kebaktian juga di sana?"
Ester mengangguk dengan antusias. Ya, dia punya maksud sekolah minggu dan kebaktian di gereja yang sama dengan Daniel, supaya bisa lihat dia terus. Apalagi kalau lihat Daniel main gitar, Ester merasa hatinya melayang ga karuan.
"Tar minggu kita barengan aja ke gereja! rumah gw ma loe dekat kan?" tawar Daniel.
"Oooo, gw setuju banget!" jawab Ester dengan antusias sekali, sampai-sampai Daniel terkejut.
"oo, jangan salah paham, gw senang karena brarti.. itu.. ya... biar.. gw ga telat gitu, kalo ada yang bareng!!" kata ester dengan terbata-bata.
Daniel tersenyum mendengar ucapan Ester.
***
Minggu berikutnya, mama sampai heran melihat anak semata wayangnya udah bangun pagi-pagi. Bahkan sudah rapi.
"Lho, anak mama lagi kemasukan malaikat yang mana ni? kok rajin banget, biasanya hari minggu pagi susah dibangunin?" tanya mama heran.
"Mama, seharusnya seneng dong, anaknya bisa berubah menjadi lebih baik!" kata Ester sumringah.
"Iya, mama seneng, semoga aja kamu melakukan ini buat Tuhan bukan buat yang lain ya!" kata mama.
"Maksud mama apa?" tanya Ester bingung.
"itu juuga cuma kamu dan Tuhan yang tahu." kata mama kemudian.
ester cuma mesem-mesem. Kemudian suara motor Daniel sudah terdengar, dan Ester segera berpamitan sama mama dan langsung keluar rumah.
Mama cuma geleng-geleng kepala melihat tingkah ester.
***
sepanjang perjalanan Daniel banyak bertanya pada Ester. Ester menjawab setiap pertanyaan Daniel dengan antusias. Ester merasa, minggu ini adalah minggu yang terindah buat dia.
Ketika sampai di pekarangan gereja, ester turun dari motor, dan Daniel memakirkan motornya.
"Daniel sayang!!! kamu sudah datang?" seru seorang cewek.
ester melihat ke belakangnya dan melihat seorang gadis cantik, menghampiri mereka.
"Sayang? jangan-jangan Daniel sudah punya pacar?" ujar Ester dalam hati.
"Nana, kenalin ni temen aku di sekolah juga, Ester! Ester, ini pacar gw, Nana namanya." kata Daniel memperkenalkan pacarnya.
Seketika itu juga hati ester langsung hancur. Lagu Olga Syahputra, "hancur hatiku" langsung berputar di otaknya.
"hai, namaku Nana!" ujar Nana sambil mengulurkan tangannya ke Ester..
Ester menyambut uluran tangannya sambil tersenyum maksa.
"Dan, nanti pulang dari gereja, temanin aku ke toko buku dulu ya!" ajak Nana
Daniel mengangguk.
"Ohya, kita masuk kelas dulu yu! udah mau mulai tuh!" ajak Daniel lagi.
Ketika daniel dan Nana sudah masuk ke kelas masing-masing, Ester masih mematung di situ.
"Oh Jesus!!!!!" kata Ester dalam hati.
Akhirnya Ester masuk ke kelas juga dengan wajah sedih.
***
Ester enggan ikut kebaktiannya. Selepas dari sekolah minggu, dia langsung pulang. Maria yang heran melihat tingkah Ester, mencoba menghentikan Ester.
"Ester, tumben loe ga ikut kebaktian? Napa loe?" tanya Maria.
"hhhh, ga ada nafsu buat kebaktian!" kata Ester.
"hei!!!" teriak Maria ketika Ester langsung pulang begitu aja.
***
Mama heran melihat tingkah anak ceweknya. Sepulang dari sekolah minggu langsung masuk ke kamar dan mengunci diri. Tapi mama memutuskan untuk membiarkan Ester merenung sesaat, nanti baru mama akan menegur Ester.
"Tuhan... kok jadi begini sih?" tanya ester dalam hati.
Kemudian sambil tidur-tiduran, tiba-tiba perkataan Pendetanya terbesit di pikirannya..
"Carilah dahulu kerajaan Allah, baru semuanya itu akan ditambahkan kepadamu! Kalau kamu melakukan segala sesuatunya hanya untuk Tuhan, kamu tidak akan pernah menyesalinya."
Ya, cuma samar-samar dia ingat, soalnya kebiasaan buruk Ester, di gereja dia ga pernah memperhatikan khotbah pendeta.
"selama ini gw ke gereja buat siapa?? hari minggu gw nantikan, buat siapa?? gw bodoh, gw ke gereja hanya untuk sesuatu yang tidak kekal. Hari ini Tuhan benar-benar menegur gw. Selama ini, gw selalu mementingkan diri gw sendiri, akhirnya gw menyesal, karena gw tidak mencari kerajaan Allah. Huh, bodohnya Ester!" ujar Ester.
"Ester... mau ngomong sama mama" tanya mama di depan kamarnya.
Ester segera menghapus air matanya.
"tidak ada ma! Ester cuma mau merenung di kamar doang! ohya nanti sore kita kebaktian bareng ya ma! udah lama kita ga kebaktian bareng, nanti ajak papa juga!" ujar Ester.
"kok tiba-tiba kamu mau kebaktian sore? biasanya kamu kebaktian pagi?" tanya mama lagi.
"tadi pagi Ester tidak kebaktian, jadi sore baru kebaktian!" jawab Ester.
Mama tidak bertanya apa-apa lagi. Dia hanya merasa agak aneh dengan kelakuan Ester.
"Ya Yesus, apa yang kukejar selama ini?? sekarang aku berkomitmen untuk mencari Engkau terlebih dahulu. Terima kasih Tuhan untuk teguran yang Kau berikan melalui Daniel." doa Ester dalam hati.
Setelah beberapa saat, Ester merasa dia mendapat kekuatan kembali dan kemudian bangkit dari tempat tidurnya.
"sekarang, gw harus mencari Yesus dulu, ini adalah teguran buat gw. Sunday? for who? just for Jesus!" seru Ester dalam hati dengan penuh keyakinan.





